globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Sengketa Lahan Desa Cipeucang Makin Panas

CILEUNGSI – Sengketa lahan yang dipakai oleh Kantor Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, semakin memanas. Pasalnya, ahli waris menduga Pemdes Cipeucang berniat menguasai lahan seluas 300 meter tersebut, lantaran tanah tersebut tidak dimasukan oleh Pemdes dalam surat sertifikat tanah hak milik Tolok bin Mian.

Muksin, salah seorang ahli waris yang juga cucu dari Tolok bin Mian mengaku, tanah milik kakeknya tersebut seluas 1618 meter persegi, namun dalam sertifikat hak milik yang dibuat oleh Pemdes Cipeucang saat dipimpin oleh almarhum Ukar Prihatin.

“Yang tercantum dalam sertifikat hak milik no 148 gambar situasi no 8859, tahun 1983 hanya seluas 1318 meter persegi,” katanya kepada Publik Bogor, (9/12).

Ia menjelaskan, tanah seluas 300 meter persegi yang digunakan sebagai kantor Desa Cipeucang tersebut sebenarnya milik Tolok bin Mian, namun tidak dimasukan dalam sertifikat dengan alasan telah ditukarguling dengan tanah kas desa.

“Saya sempat menanyakan surat tanah yang dipakai kantor desa itu ke mantan kades tersebut, katanya akan dibuatkan berikut dengan tanah rislah seluas 1500 meter persegi, namun sampai sekarang tidak pernah ada suratnya,” jelasnya.

Ia mengaku, sudah tiga kali pergantian kepala desa, hingga kini Desa Cipeucang dipimpin oleh Masyumi yang merupakan anak dari Almarhum Ukar Prihatin, Pemdes Cipeucang tak pernah memberikan atau menunjukan surat tanah tersebut. Harusnya, sambungnya, Kades Masyumi mengembalikan tanah tersebut pada ahli waris, apalagi sudah ada kesepakatan yang ditandatangani olehnya, dan perangkat desa lain untuk mengembalikan tanah tersebut pada tahun 2014 lalu.

“Kades sangat jelas ingin menguasai lahan tersebut, saat saya menanyakan giril leter C pun tak pernah diberikan. Saya khawatir data tersebut digelapkan,” tuturnya.

Ia menerangkan, dirinya dan ahli waris lainnya masih menunggu itikad baik dari kepala Desa Cipeucang untuk mengembalikan tanah tersebut, lantaran tanah itu merupakan hak dari ahli waris Tolok bin Mian.

Senada, Gojali (46) anak dari Tolok bin Mian berharap, kades Cipeucang segera mengembalikan tanah tersebut, jangan hanya mengumbar janji manis saja.

“Bu kades cuma janji-janji saja, tapi tak pernah berniat mengembalikan tanah itu,” tuturnya.

Sementara itu, saat Publik Bogor mendatangi kantor Desa Cipeucang, baik kades maupun sekdes sedang tidak berada di tempat, dan staf desa yang lain tak ada yang berani berkomentar soal sengketa tanah tersebut.

“Kalau ada ini silahkan tanya saja ke bu kades atau sekdes,” singkat salah seorang staf desa yang tak ingin dionlinekan namanya.

Wartawan : Dede Firdaus

 

Check Also

Ketum PBNU Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di UNUSIA

KEMANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj …