globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Warga Takut Berobat ke RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi

CIBINONG Keresahan masyarakat terkait dugaan Malpraktik yang dilakukan oleh Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kenari Graha Medika Cileungsi, terhadap pasien bernama Mayasari (26) warga Kampung Tengah, RT 01/06, Desa Cileungsikidul, Kecamatan Cileungsi, akibat kantung kemihnya tersayat saat menjalani operasi terus menadpatkan sorotan dari berbagai kalangan publik.

Seperti yang diresahkan warga Cileungsi Suhanah (35) warga Cileungsi, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi. Ia mengaku kaget dan takut, atas beredarnya berita malpraktik yang dilakukan RSIA Kenari Graha Medika. Dirinyapun merasa was-was, dan takut hal tersebut tejadi pada anaknya.

“Dulu saya sering membawa anak saya berobat ke RSIA Kenari Graha Medika, tapi setelah mendengar berita ini saya jadi khawatir, dan kemungkinan gak bakalan lagi membawanya ke sana,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Direktur RSIA Kenari Medika Cileungsi Dr. Titi Setyorini berkilah, bahwa pihak dari rumah sakit tidak pernah menyandra pasien atas nama Mayasari dan mengaku pihak rumah sakit memberikan diskon senilai Rp 1.145.586 untuk biaya operasi pasien.

“Sesuai dengan intruksi dokter, bahwa pasien tidak diperbolehkan dulu pulang, jadi tidak benar bahwa kami menyatakan menyandra pasien,” katanya dalam surat klarifikasinya, (14/3).

Dijelaskan Titi Setyorini dalam keterangan klarifikasinya, terkait biaya pasien dirinya menilai sudah kooperatif dengan memberikan discount kepada pasien, dan juga meminta untuk membuat surat keterangan tidak mampu. Namun pihak dari keluarga tidak memenuhi itu.

“Sedangkan terkait resiko tersayatnya kantung kemih pasien dalam operasi caesarnya sudah disampaikan dengan disaksikan semua perawat kepada keluarga pasien,” akunya.

Padahal, dari keterangan keluarga korban yaitu suami korban Awaludin mengaku, istrinya ditahan akibat tidak membayar biaya operasi sebesar Rp14.712.804 karena baru membayar biaya sebesar Rp 9.000.000.

“Kalau masalah kantung kemih yang tersayat itu tanggung jawab pihak rumah sakit, kenapa ini malah dibebankan kepada pasien,” bebernya tak lama ini kepada Publik Bogor.

Ia menambahkan, saat sedang menjalani operasi suster sempat menyampaikan bahwa istrinya tersebut mengalami pendarahan, dan perlu tranfusi darah. Tak lama setelah itu, salah satu tim dokter, yakni dokter Firdaus memanggilnya, dan mengatakan bahwa kantung kemih istrinya tersayat. Dokter tersebut pun tak bisa menangani hal tersebut.

“Pihak dokter akan mengijinkan pulang, apabila biaya rumah sakitnya dilunasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Wartawan : Dede Firdaus

Check Also

Lagi, KPK Tangkap 10 Orang OTT di Bekasi

PUBLIK BOGOR – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menangkap 10 orang dalam kegiatan operasi tangkap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *