globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

PT ANTAM (Persero) Tbk UBPE Pongkor Berikan Bantuan untuk Kawasan Ekoriparian Ciliwung 

PUBLIK BOGOR – Dalam rangka menjaga kelestarian sungai Ciliwung, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Siti Nurbaya meresmikan kawasan Ekoriparian Ciliwung Srengseng sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dalam peluncuran tersebut, pihak Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menyediakan alat Monitoring sungai yang akan dipergunakan dikawasan Sungai Ciliwung untuk memantau, ketika ada yang membuang sampah bisa langsung tertangkap.

Dalam acara  peresmian kawasan Ekoriparian Ciliwung yang diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup  dan Kehutanan, PT ANTAM (Persero) Tbk UBPE Pongkor pun juga sangat mengapresisasi berbagai komunitas penjaga sungai yang hadir dalam acara tersebut serta mengadakan pameran produk GFA (green fine aggregate) sebagai bentuk nyata terhadap pelestarian lingkungan.

General Manager PT ANTAM (Persero), Tbk UBPE Pongkor I Gede Gunawan mengatakan, pihak Antam juga ikut serta membuat Jogging Track sepanjang dua kilometer di tepi Sungai Ciliwung yang nantinya akan dapat dipergunakan, dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai penunjang fasilitas sarana rekreasi, dan olahraga.

PT ANTAM (Persero) Tbk UBPE Pongkor sendiri juga meninjau langsung area wisata yang rencananya akan dibangun menjadi empat zona wisata yang masing-masing akan disediakan fasilitas yang berbeda, diantaranya taman, toilet, jogging track, warung kafe, dermaga, bike parking, saung edukasi, lapangan olahraga, outdoor gym, taman togasouvenir shop, dan office.

“Jogging Track yg berada di kawasan wisata Ciliwung tersebut dibangun dengan menggunakan produk hasil olahan limbah tailing atau limbah proses pertambangan emas berupa lumpur dan material lain yang sudah didetoksifikasi, diolah kembali menjadi bahan baku material seperti batako, paving block, dan material bangunan lain,” katanya Kepada Publik Bogor, (19/4).

Ia menjelaskan, bahan tailing yang digunakan sudah aman dan ramah lingkungan, lolos uji toksisitas, memiliki nilai ekonomis, serta harga kompetitif di pasaran.

“Bahan olahan tailing ini disebut juga sebagai Green Fine Aggregate (GFA), atau biasa disebut dengan produk GFA (Green Fine Aggregate),” jelasnya.

GFA, sambung I Gede Gunawan, merupakan pemanfaatan limbah tailing yang sangat ramah lingkungan dan telah mendapatkan ijin pemanfaatan dari Kemen LHK  dengan keluarnya SK Mentri Lingkungkungan Hidup Nomor. 07.86.10 tahun 2014 serta telah bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Sebagai material konstruksi yang memenuhi seluruh persyaratan lingkungan dan teknis, maka produk yang dihasilkan kemudian diberi nama yang sesuai, yaitu Green Fine Aggregate (GFA),” pungkasnya.

Wartawan : Agus

Check Also

PUBLIKASI KINERJA RSUD CILEUNGSI

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi adalah salah satu rumah sakit milik pemerintah daerah yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *