globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Sampah Menggunung di Pasar Citeureup 2, Camat Minta PD Pasar Tohaga Segera Benahi

CITEUREUP – Sampah menjadi permasalahan klasik yang hidup di masyarakat, jika tidak ditangani dengan serius, sampah akan mendatangkan berbagai masalah. Seperti halnya yang terjadi Pasar Citeureup 2, sampah yang biarkan menggunung sangat dikeluhkan para pedagang dan pembeli.

Salah seorang pedagang di Pasar Citeureup 2 Lilah (22) mengatakan, tumpukan sampah itu mengeluarkan aroma yang tak sedap, dan sangat menyengat. Baunya ini yang sangat dikeluhkan oleh para pedagang.

“Apalagi kios saya ini jaraknya lumayan dekat dengan tumpukan sampah itu, jadi sangat tercium aromanya,” katanya kepada Publik Bogor, (11/7).

Tak hanya itu, sambungnya, jika hujan turun, maka aliran air dari sampah tersebut akan menyebar kemana-mana, dan baunya semakin menyengat. Tak hanya soal bau, keberadaan sampah yang menumpuk itu juga membuat masyarakat malas untuk berbelanja ke pasar ini.

“Kalau seperti ini, masyarakat juga tidak nyaman untuk berbelanja. Pasar tradisional harusnya mampu bersaing jika dikelola dengan baik, namun kalau kumuh seperti ini tidak mungkin dapat bersaing,” keluhnya.

Terpisah, Camat Citeureup Asep Mulyana menuturkan, untuk sampah yang berada didalam pasar, itu menjadi tanggung jawab dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga, karena merupakan bagian dari pengelolaan pasar. Sedangkan sampah yang berada diluar pasar menjadi tanggung jawab Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan.

“Harusnya PD Pasar Tohaga dapat mengelola sampah ini dengan baik, agar masyarakat pun nyaman untuk berbelanja ke pasar tradisional,” tuturnya.

Sementara itu, saat Publik Bogor mencoba konfirmasi pada Kepala Unit Pasar Citeureup 2, salah seorang staf yang tak ingin disebutkan namanya menginformasikan jika kepala unit sedang tidak berada di tempat.

“Bapaknya sedang tidak ada di kantor, kami tidak berani memberikan komentar soal sampah itu,” singkatnya.

Wartawan : Dede Firdaus

 

Check Also

Akibat Truk Tambang, Warga Bogor Barat Meradang

LEUWISADENG – Belum adanya peraturan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait jam operasional angkutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *