globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Waduh, 13 Proyek Ini Bakal Gagal

BOGOR –  Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga kini belum juga melelang 13 proyek strategis dengan biaya besar di Tahun Anggaran (TA) 2018. Hal iitu disebabkan belum ada pengajuan berkas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP). Jika terus molor, ketiga belas paket strategis dengan total lebih dari Rp366 miliar tersebut terancam tidak terserap dan akan mengalami gagal lelang.

Dari 13 proyek besar tersebut, tiga diantaranya bernilai tinggi. Yakni, pengadaan meubelair gedung baru DPRD Kota Bogor senilai Rp12 miliar oleh Sekretariat DPRD, pembangunan Masjid Agung dengan pagu anggaran sebesar Rp10 miliar pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim), serta proyek peningkatan kualitas Jalan Suryakencana, yang punya nilai tertinggi yaitu Rp14,7 miliar, pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Kepala Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan (Adalbang) Setda Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu berkas dari SKPD terkait agar proyek proyek tersebut supaya segera dilelangkan. Pihaknya menghimbau agar SKPD segera mengirimkan berkas. Agar pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat.

“Hingga kini, SKPD terkait belum juga mengirimkan berkas kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP). Harusnya bisa dipercepat, sebab untuk mengantisipasi gagal lelang. Cepatnya penyerahan berkas untuk mengantisipasi jika terjadi gagal lelang,” katanya

Saat disinggung soal peningkatan kualitas jalan di wilayah Suryakencana, yang menelan dana paling besar, mantan Manajer Persikad Depok ini menyatakan, ULP belum mengetahui secara detail bagaimana konsep pembangunannya. “Dinas PUPR lebih mengetahuinya,” imbuh Rahmat.

Selain itu, ia melanjutkan, pada tahun ini terdapat sekitar 200 paket pekerjaan pembangunan, dengan total pagu anggaran kurang lebih sebesar Rp300 miliar, dimana paket pekerjaannya sendiri mulai dari Rp70 juta ke atas.

Dijelaskan Rahmat, ada usulan permohonan bantuan provinsi (Banprov) dari Pemkot Bogor, untuk membangun kawasan Stadion Pajajaran sebesar Rp100 miliar dan RSUD senilai Rp100 miliar, namun permophonan tersebut ditolak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. “Kami mengajukan, tetapi tidak dikabulkan. Banprov sendiri hanya sekitar Rp11 miliar, diperuntukan untuk bidang kesehatan, pertanian, dan lainnya,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi berpendapat, banyaknya proyek besar yang belum dilelang Pemkot Bogor masih dianggap wajar karena masih awal tahun. Menurutnya, di masa sekarang anggarannya belum tersedia, sehingga masih wajar dan belum telat. “Masih awal tahun kok. Masih wajar, saat ini masih melakukan pemungutan pajak untuk gaji kepala daerah dan DPRD. Paling-paling kalau ada lelang, pemenang lelang yang bayarin dulu, nanti ketika sudah ada anggaran di kas daerah, baru dibayar,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PUPR Chusnul Rozaqi belum dapat dihubungi dan belum memberikan keterangan terkait hal tersebut.

Check Also

Mempererat Silaturahmi Keluarga Perempuan NU Kota Bogor Gelar Pertemuan

BOGOR – Guna mempererat tali silaturahmi antara anggota NU, supaia tetap terjalin silaturahmi yang baik, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *