globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

inilah para korban keracunan tutut di Kelurahan Tanah Baru, Kota Bogor

Jual Tutut Beracun, Akhirnya Tiga Warga Dituntut 5 Tahun Penjara

PUBLIKBOGOR-Di balik kasus keracunan massal warga akibat mengonsumsi tutut atau keong sawah beracun, memunculkan fakta mengejutkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor merilis keong yang dikonsumsi warga terkontaminasi kuman berbahaya yang biasa muncul pada makanan basi. Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah mengatakan, dari hasil pemeriksaan sampel tutut dan rectal swab, korban keracunan itu ditemukan kuman shigella, E Coli dan salmonella pada sampel tutut. Sedangkan pada air kuahnya positif Coliform dan logam magnesium. “Itu kuman berbahaya atuh. Buktinya 89 hingga 108 orang bergelimpangan,” katanya, kemarin.

Menurutnya, kuman-kuman tersebut menimbulkan efek mual, muntah, pusing hingga diare pada orang yang memakannya. Apalagi tutut tersebut merupakan makanan berprotein tinggi, sehingga memang tidak bisa tahan lama. Makin lama tidak aman untuk dikonsumisi. “Seperti tutut kan tidak tahan lama, jadi harus langsung dihabiskan,” ucapnya. Ia menduga ketidaktahuan orang yang mengolah penganan tradisional tersebut menjadi faktor terjadinya tragedi Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Kamis (24/5). “Mungkin faktor ketidaktahuan. Nah, kabarnya info dari penjual, tutut kemarin digabung sama tutut yang baru, diolah bareng. Muncullah kuman-kuman itu. Ini menjadi pelajaran berharga buat warga untuk berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Harus kita yakini kebersihan dalam pengolahan maupun penyajiannya,” terangnya.

Sebelumnya pada Senin (28/5), Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota menetapkan tiga tersangka dalam kasus keracunan massal akibat mengonsumsi tutut yang terjadi di Kampung Sawah, RT 01/07, Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, Kamis (24/5). Tiga orang tersebut yakni Y (52) yang memasak tutut serta J (54) dan S (55) sebagai penjual. Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Didik Purwanto mengatakan, penetapan ketiga orang menjadi tersangka karena adanya kelalaian dari pembuat dan pedagang makanan tersebut. Ketiganya sudah ditahan di Polresta Bogor Kota sejak akhir pekan lalu guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Hal itu terbukti dengan jumlah korban yang begitu banyak. Ini buah kelalaian atau ketidaktahuan,” ujarnya.

Didik menambahkan, para tersangka dikenakan Pasal 62 (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 90, Pasal 136 huruf a UU nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. “Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara, dengan denda lima miliar rupiah. Para korban mengaku mengonsumsi masakan tutut yang dijual seorang warga sejak Rabu, 23 Mei 2018 malam. Mereka mulai mengalami gejala mual, diare dan muntah pada Kamis (24/5) pagi hingga memerlukan penanganan medis pada Jumat (25/5),” ucapnya.

Wartawan: Die

 

Check Also

Ratusan Ribu Masa JADI Ramaikan Ruas Jalan Bumi Tegar Beriman

DRAMAGA – Iring-iringan masa pendukung pasangan Calon Bupati Bogor nomor urut tiga yakni, H. Ade …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *