globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

KPAI Minta Pemerintah Cepat Tangani Anak – Anak Korban Kebakaran Di Bidara Cina

JAKARTA – Akibat kebakaran yang terjadi di Jalan Kebon Sayur 2  RT 007 dan 008/RW 014 Kelurahan Bidara Cina Jatinegara Jakarta Timur, kemarin. Puluhan anak anak korban kebakaran mendapat sorotan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) lantaran banyak yang mengalami trauma.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Sosial dan Anak Dalam Situasi Darurat Susianah Affandy mengatakan ada beberapa temuan yang telah dikumpulkan KPAI, seperti ada satu keluarga yang kebakaran lantaran tabung gasnya meledak yang dihuni berinisial A (13) mengalami luka bakar pada kakinya, Sadih (50 tahun) mengalami lukar bakar 100 persen pada tubuh dan Muahana (60 tahun) mengalami luka bakar di muka dan tangan.

“semuanya sudah di larikan ke rumah sakit Polri,” ujarnya kepada Publikbogor, (29/5).

Lanjut Susinah, dari korban kebakaran sedikitnya ada 221 jiwa dari 56 Kepala Keluarga dan 46 rumah. Dari pengawasan KPAI, anak-anak yang terdampak kebakaran sebanyak 57 jiwa dengan rincian anak  Usia SD 23 orang , anak usia SMP sebanyak 14 orang  dan anak usia SMA sebanyak  20 orang.

“kita meminta kepada Pemkot Jakarta Timur agar memberikan kemudahan kepada warga terdampak kebakaran dalam mengurus surat berharga dan penting seperti surat tanah, akte lahir, Kartu Keluarga, ijazah dan rapor anak,” pintanya

Menurutnya, kebakaran menyebabkan anak-anak bersedih,  karena kehilangan tempat tinggal yang selama ini melindungi mereka dari terik panas matahari dan hujan. Kondisi shock terjadi ketika orang tua membawa anak-anak mereka yang masih balita meninggalkan rumahnya yang akan terbakar pada  dini hari dan semua warga panik.

“Saat kejadian,  anak-anak masih terlelap tidur, tapi langsung dibangunkan dan berlari keluar rumah, melewati gang sempit yang dijejali orang-orang yang panik menyelamatkan diri dengan disertai jeritan orang dewasa dan tangisan balita.  Situasi ini yang mengakibatkan anak-anak balita mengalami trauma, ” terangnya

Yang paling terlihat, anak anak korban kebakaran sering mengalami kegelisahan, hilangnya selera makan dan kerap mengigau serta menangis disaat tidur di siang hari dan malam hari.

“Anak-anak usia 8-12 tahun yg kami temui mengaku menerima kejadian ini sebagai musibah sebab menurut mereka sadarr tidak ada gunanya marah karena tidak akan mengembalikan rumah dan barang-barang yang hangus terbakar”, tambahnya

Disamping itu, KPAI  meminta  Pemkot Jakarta Timur dan Pemprov DKI untuk menyediakan sarana air bersih, fasilitas MCK (pengakuan warga baru ada 1 kamar mandi umum), menyediakan fasilitas pengungsian yang ramah anak dan khusus bagi anak-anak harus mendapatkan trauma healing dan psiko sosial yang dapat mengembalikan keceriaan mereka.

“dan secepatnya mencari jalan keluar untuk mencari tempat hunian warga terdampak,” tutupnya

Wartawan : Mul

Wartawan : Mul

Check Also

Dua Negara Kuasai Pasar Mobil Di Indonesia

PUBLIKBOGOR – Bayang-bayang kelam merek China di Indonesia mulai cerah setelah pemain baru, Wuling, datang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *