globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

LSM Minta KPK Turun Tangan Hadapi Kroni RY Cs

CIBINONG – Dugaan adanya penyerobotan tanah milik warga di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, yang dilakukan keluarga Rahmat Yasin (RY) dan kroninya, mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan. LSM Gerakan Masyarakat Pemburu Koruptor (Gempur) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turuntangan langsung menangani kasus yang menimpa masyarakat Kabupaten Bogor.

“KPK harus menelisik dugaan adanya tindak pidana korupsi, menyangkut kerugian negara,” ujar Ketua Umum Gempur Saprudin Roy.

Menurut dia, surat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan nomor: S-662/WKN.07/KNL.02/2018 tanggal 3 April 2018 yang ditujukan kepada Kepala Desa Singasari dan Cibodas Kecamatan Jonggol perihal penelusuran aset/barang jaminan obligor PKPS PT Bank Putra Surya Perkasa (BBKU) atas nama Trijono Gondokusumo, merupakan pintu masuk KPK untuk membuka kasus tersebut secara terang benrang.

“Jika ditemukan indikasi korupsi maka, KPK harus segera memanggil pihak – pihak yang namanya tercantum dalam kepemilikan lahan tersebut. Dan bila ada kerugian Negara, PKP harus segera menetapkan tersangka kepada pihak yang turut serta juga menikmatinya,” tegas pria yang akrab disapa Roy.

Sebagai lembaga yang fokus menyoroti korupsi di Bumi Tegar Beriman, Roy bersedia dan dengan senang hati akan membantu warga yang telah menjadi korban para mafia tanah yang rakus dan haus akan kekayaan. Karena, koruptor merupakan musuh terbesar Gempur.

“Warga yang merasa tanahnya diserobot oleh keluarga RY dan Kroninya, segera laporkan kasus tersebut baik secara pidana maupun perdata. Jika warga tidak memiliki uang untuk didampingi pengacara, saya akan bantu, masih banyak LBH yang tidak bisa dibeli oleh apapun dan secara sukarela siap membantu warga. Saya yakin warga bisa memenangkan kasus ini, karena warga memiliki bukti yang cukup atas kepemilikan tanah mereka,” tegasnya.

Kasus dugaan jual beli tanah milik warga Singasari oleh mantan bupati Bogor yang sat ini mendekam di Sukamiskin Bandung, mencuat setelah warga pemilik lahan yang sah melakukan aksi pemasangan plang di tanah mereka, pada Selasa 1 Mei 2018 kemarin. Aksi ini untuk menegaskan bahwa mereka adalah pemilik sah atas puluhan ribu hektare tanah adat sejak tahun 1980-an dan tak pernah diperjualbelikan.

Aksi ini dipicu dengan turunnya surat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan nomor: S-662/WKN.07/KNL.02/2018 tanggal 3 April 2018 yang ditujukan kepada Kepala Desa Singasari dan Cibodas Kecamatan Jonggol perihal penelusuran aset/barang jaminan obligor PKPS PT Bank Putra Surya Perkasa (BBKU) a.n. Trijono Gondokusumo.

Dalam surat yang ditandatangani Kurnia Ratna Cahyanti tersebut, DJKN menjelaskan bahwa sesuai perjanjian penyelesaian kewajiban obligor Group PSP yang terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada tahun 2000 telah menyerahkan aset berupa bidang-bidang tanah girik total luas 245,7 hektare di Desa Singasari dan Cibodas, Jonggol. Karena belum menyelesaikan kewajibannya, barang jaminan tersebut akan disita yang hasil penjualan dan/atau pelelangannya untuk mengurangi kewajiban obligor dimaksud kepada negara.

“Kami kuatir nanti tanah kami ikut digusur, dipatok, dan sebagainya, maka kami siap melakukan pagar betis. Karena sejak tahun 2013 juga banyak yang mengaku-aku tanah kami di sini. Bahkan hasil pengecekan warga ke Pemerintah Desa maupun ke BPN tanah-tanah kami ini sudah atas nama orang lain. Ada yang atas nama Rahmat Yasin (RY), Ade Munawaroh (Ade Yasin), Zaenul Mutaqin, Elly Halimah, Rudi Ferdian (Rudi Bule), Lesmana, Diana, bahkan diklaim sudah atas nama Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto, puteri bungsu mantan Presiden RI ke-2 Soeharto (almarhum). Sehingga warga sulit untuk melakukan jual beli tanah di sini. Ini sudah dibuktikan oleh mantan Kepala Desa Singasari Pak Nacim Sumarna dan saya sendiri sebagai ahli waris dari bapak saya, H. Sodikin. Padahal kami punya bukti surat-surat kepemilikan tanah berupa girik dan tak pernah menjual tanah kami,” ungkap Dace, pemilik tanah ahli waris H. Sodikin.

 Wartawan : Daus

Check Also

Motor Jadi Juara Umum, Sulhaji: Ini Kebanggan Bagi Warga Bogor

BOGOR- Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat XIII  menorehkan sejarah yang begitu membanggakan. Bagaimana tidak, Cabang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *