globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Paslon Nomor 3 Suguhkan Inovasi Selesaikan Masalah Sampah dan Infrastruktur

CIBINONG – Debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor yang dilaksanakan tadi malam di Gedung Tegar Beriman, pada salah satu sekmennya membahas mengenai permasalahan infrastruktur di Kabupaten Bogor. Masing-masing kandidat pun memaparkan programnya untuk menyelesaikan permasalahan infrastruktur. Namun, karena dibatasi oleh waktu, pemaparan tersebut pun kurang optimal. Usai siaran langsung debat kandidat, masing-masing paslon diberikan waktu untuk konferensi pers.

Calon Bupati Bogor Ade Ruhandi yang akrab disapa Jaro Ade mengatakan, masalah infrastur di Kabupaten Bogor ini harus segera mendapatkan pembangunan demi kesejahteraan rakyat.

“Jalan merupakan salah satu infrastruktur yang sangat vital bagi kebutuhan masyrakata, dan di Kabupaten Bogor masih banyak jalan yang rusak, bahkan belum terselesaikan. Salah satunya jalur puncak dua, kami akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar agar jalur puncak dua itu diselesaikan oleh Pemkab Bogor, dan kami jamin dalam jangka waktu dua tahun jalan ini akan selesai,” katanya, (10/5).

Selain itu, tuturnya, di bagian barat Kabupaten Bogor dalam tata ruang ada yang namanya jalur poros B3 (Bogor, BSD, Banten) dan ini harus menjadi prioritas untuk segera dituntaskan.

“Jalan desa, jalan lingkungan, dan semua infrastruktur di Kabupaten Bogor harus dibangun dengan baik demi kesejahteraan, dan kebahagiaan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Bogor Ingrid Kansil menjelaskan, dalam pembangunan infrastruktur ini harus ada inovasi-inovasi baru. Salah satunya, untuk membangun jalan bisa digunakan bahan baku alternatif dari sampah yang bisa digunakan sebagai campuran aspal.

“Hal ini sudah dikaji oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” jelasnya.

Menurutnya, selain menyelesaikan masalah infrastrukur, pemanfaatan sampah ini pun mampu menjawab persoalan sampah yang selalu menghantui masyarakat.

“Dengan konsep triple helix yang melibatkan kalangan akademisi, pengusaha, dan pemerintah pemanfaatan sampah ini bisa dilakukan dengan baik, bahkan bisa menghasilkan inovasi-inovasi baru,” tandasnya.

Wartawan : Daus

Check Also

19 Ribu SIM dan 16 Ribu STNK Disita Polda Metro Jaya

PUBLIK BOGOR – Penerapan perluasan aturan ganjil genap (gage) telah berjalan selama 66 hari, atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *