globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

PEMKOT BOGOR LARANG SOTR

BOGOR – Ramadan dimulai hari ini. Kegiatan Sahur on The Road (SOTR) atau sahur keliling kota dengan konvoi kendaraan dipastikan tak ada di Kota Bogor. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal membubarkan kegiatan yang dianggap rawan tindak kriminal tersebut.

Momen sahur selama Ramadan, sebagian kawula muda Bogor memilih konvoi keliling jalanan Kota Bogor untuk membagikan makanan kepada warga di pinggir jalan. Namun, seringkali SOTR malah memicu tawuran antarkelompok. Pemkot Bogor pun akan mengeluarkan surat edaran tentang kegiatan selama Ramadan, termasuk larangan kegiatan SOTR dengan keliling kota atau diistilahkan dengan konvoi. Pemkot tidak akan segan-segan menindak warga yang tidak mematuhi aturan selama puasa ini.

Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Kemasyarakatan pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Iman menjelaskan, hal itu dirasa perlu demi menciptakan suasana kondusif serta memelihara kegiatan ibadah bulan Ramadan. Surat edaran tersebut sudah siap dan tinggal menunggu plt wali kota pulang dari dinas luar negerinya, untuk kemudian ditanda tangan.

“Salah satu poinnya, kegiatan berbagi baik sahur atau pun buka bersama, dilakukan atau ditujukan langusng pada tujuan dan penerimanya. Misalnya, panti asuhan, yayasan, atau lembaga serta kelompok masyarakat lainnya,” katanya, (17/5)

Iman melanjutkan, dalam aturan itu pun disebut, warga Kota Hutan dilarang melakukan konvoi dalam kegiatan berbagi tersebut. Sebab, sangat rawan dan berpotensi terjadinya pelanggaran ketertiban dan lalu lintas.

“Serta kerawanan sosial, asusila atau kriminal,” imbuhnya, (17/5).

Selain itu, kata Iman, ada aturan selama Ramadan, diantaranya melarang aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM), para pengusaha restoran atau rumah makan agar menghormati dan menyesuaikan cara berjualan, larangan petasan dan tidak membenarkan aktifitas takbir keliling saat akan Lebaran.

“Untuk pengusaha restoran warung makan, menata tempat, menutup bagian yang terbuka agar tidak mengganggu. Silahkan tetap buka, tapi jangan terlalu kelihatan. Ada pula aturan yang melarang seluruh warga Kota Bogor untuk membuat, membawa, menjual, menyimpan, atau menggunakan petasan diluar batasnya. Soal Takbiran juga tidakdibenarkan aktifitas takbir keliling, tetapi difokuskan di masjid-masjid saja,” ucapnya.

Bila ada yang melanggar, sambung dia, ada sanksi yang akan dikenakan seusai aturan. Lebih baik masyarakat meningkatkan kegiatan ibadah, tadarus, atau kajian. “Atau menyediakan takjil buka bersama di masjid-masjid atau yayasan misalnya,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Bogor Hery Karnadi mengaku akan menggencarkan patroli bersama di tiap malamnya. Hal ini untuk menghindari adanya kerawanan sosial di waktu Ramadan, terlebih saat malam hari menjelang waktu sahur. Bahkan, pihaknya telah menyediakan personel lebih banyak dari patroli biasanya. Jumlahnya, lebih dari 100 personel gabungan dengan Polresta Bogor Kota.

“SOTR itu kan biasanya, atau kebanyakan dilakukan saat malam minggu. Kami bersama Polresta Bogor Kota akan bersama-sama melakukan patroli, tiap malam, tiap malam minggu. Keliling hingga mendekati waktu sahur. Biasanya, sekali patroli gabungan Ramadan kurang lebih mencapai 100 personel. Dari Satpol PP menurunkan kisaran 30 personel,” ucapnya.

Jumlah itu, kata Hery, lebih banyak dari jumlah personel yang biasa diturunkan saat operasi malam rutin.

“Segitu tambahan, Ramadan kami perbanyak. Kami sudah atur ulang penugasan, adaptasi selama puasa,” tutupnya.

SM : Metropolitan

Check Also

Dua Negara Kuasai Pasar Mobil Di Indonesia

PUBLIKBOGOR – Bayang-bayang kelam merek China di Indonesia mulai cerah setelah pemain baru, Wuling, datang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *