globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Diduga Rampas Tanah Petani, Bani Yasin Diadukan ke Mabes Polri

CIBINONG – Dugaan kasus penyerobotan lahan petani di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, yang dilakukan oleh mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin dan kroninya diadukan oleh masyarakat ke aparat berwajib.

Aliansi Petani Jonggol (APJ) melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Djuanda (Unida) melaporkan ke Mabes Polri.

Kuasa hukum APJ Aditia mengatakan, Indonesia adalah negara agraria, dimana mayoritas penghasilan warganya dari bertani. Tetapi, sungguh ironis yang dialami oleh petani di Jonggol, karena dipaksa untuk tidak bertani lagi, lantaran lahan pertanian seluas 14 hektar miliknwarga dirampas oleh Rachmat Yasin dan kroni-kroninya.

“Kedatangan kami ke Kejari Kabupaten Bogor untuk menuntut keadilan,” katanya kepada awak media, (25/6).

Ia menerangkan, warga tidak pernah menjual tanahnya pada Rachmat Yasin Cs. Buktinya, para petani ini masih memiliki surat girik, dan masih membayar pajak.

“Selain tanah petani yang diserobot, Rahmat Yasin dan mafia tanah lainnya telah menjual 100 hektar aset tanah milik negara dengan total kerugian sebesar Rp565 miliar. Kami meminta Kejari Kabupaten Bogor sepatutnya segera memeriksa pejabat-pejabat terkait seperti Rahmat Yasin, Ade Yasin, Zaenul Mutaqin, H Lesmana, dan lainnya,” terangnya.

Aditia mengaku heran, kenapa tanah warga bisa beralih surat tanahnya padahal secara jelas diatur oleh undang-undang bahwa sertifikat baru bisa keluar apabila ada dasar girik leter c.

“Tetapi ini aneh dan ajaib di Kabupaten Bogor Kantor Pertanahan Nasional (KPN) bisa mengeluarkan sertifikat atas tanah yang kami miliki padahal kami tidak pernah menjual kepada siapapun,” papar Aditia.

Terpisah, Ketua BEM Unida Arifin menjelaskan bahwa bersama empat orang warga telah melaporkan kasus penyerobotan lahan ini ke Bareskrim Mabes Polri.

“Hari ini Kami melaporkan kasus penyerobotan lahan ke Bareskrim Mabes Polri, dan mereka mengaku akan menindaklanjuti kasus ini. Kami juga akan melengkapi barang-barang bukti sesuai permintaan penyidik,” jelas Arifin.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Bambang Hartarto menyarankan agar warga yang diserobot tanahnya melaporkannya ke pihak Polres Bogor.

“Saya tadi menyarankan warga yang merasa dirugikan dalam hal ini diserobot lahannya untuk melapor kasus ini ke Polres Bogor. Saya berjanji akan mengawal kasus penyerobotan lahan petani Jonggol ini,” tukas Bambang.

Wartawan : Daus

Check Also

Dua Negara Kuasai Pasar Mobil Di Indonesia

PUBLIKBOGOR – Bayang-bayang kelam merek China di Indonesia mulai cerah setelah pemain baru, Wuling, datang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *