globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Bawaslu RI Cek Dugaan Kecurangan Pilkada Bogor

CIBINONG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor tahun 2018 ini semakin memanas. Meskipun pencoblosan atau pemungutan suara telah dilakukan pada tanggal 27 Juni 2018 kemarin, namun pesta demokrasi lima tahunan ini belum selesai, karena masih dalam tahap penghitungan suara.

Setelah pleno ditingkat kecamatan, hari ini mulai pleno ditingkat Kabupaten Bogor yang dilakukan oleh Komisi Pemiliah Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor. Ada hal janggal yang dilakukan oleh KPUD Kabupaten Bogor dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bogor menjelang pleno tingkat kabupaten ini.

Informasi yang dihimpun, dua lembaga penyelenggara pemilu ini melakukan rapat terbatas selama dua hari di Hotel Lorin Sentul. Diduga, penyelenggara pemilu di Bumi Tegar Beriman ini melakukan pembenahan terkait pencocokan saksi yang salah demi memenangkan salah satu pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bogor.

Hal ini pun banyak menimbulkan kecurigaan dikalangan masyarakat. Apalagi, menjelang pengumuman resmi dari KPUD Kabupaten Bogor paslon mana yang memenangkan kontestasi politik untuk menjadi orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman.

Peneliti Senior Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Yusfitriadi pun angkat bicara mengenai rapat terbatas yang dilakukan KPUD dan Panwaslu Kabupaten Bogor menjelang pleno tingkat kabupaten. Menurutnya, tidak ada dasar hukum yang mengatur mengenai rapat koordinasi menjelang pleno.

“Saya khawatir ini sebuah konspirasi untuk meredam kegaduhan yang diakibatkan oleh selisih data, ketidak sinkronan saksi, kapasitas PPK dan Panwascam, yang kemudian dibereskan pada rapat pra pleno itu,” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya, (5/7).

Yus menjelaskan, hal yang dilakukan KPUD dan Paswaslu Kabupaten Bogor ini tidak benar, karena ini bukan lagi sinergi, melainkan konspiratif.

“Padahal, kalaupun akan disajikan langsung saja di pleno, dan terbuka saja,” jelasnya.

Dirinya membeberkan, jika ada rapat tertutup seperti ini akan menimbulkan banyak spekulasi masyarakat terhadap penyelenggara pemilu.

“Jangan sampai hal ini menjadi konspirasi untuk memenangkan salah satu calon, maupun untuk meredam kesalahan KPU dan Panwaslu,” imbuhnya.

Ia menegaskan, kesalahan sedikik saja yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu akan menimbulkan kegaduhan. Apalagi, Pilkada Kabupaten Bogor ini begitu sengit. Menurutnya, KPUD dan Panwaslu Kabupaten Bogor harus memberikan pertanggungjawaban kepada publik mengenai rapat pra pleno tersebut.

“Saya berharap, KPUD dan Panwalu jangan sampai berbuat kesalah yang dapat merugikan pemilu di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, siapapun (calon. red) yang melakukan kesalahan harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sementara, Komisioner Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) Mochammad Afifudin mengungkapkan, akan mengecek dahulu kebenaran rapat terbatas yang dilakukan oleh KPUD dan Panwaslu Kabupaten Bogor.

“Saya cek dulu,” singkatnya melalui pesan whatsapp.

Wartawan : Daus

Check Also

Satu Orang Pelajar di Cigudeg Tewas Terseret Tronton 15 Meter

CIGUDEG – Satu unit truk Hino tronton bernomor Polisi B. 9645 .YM yang bermuatan bahan …

3 comments

  1. hanya karena hujan sehari menginginkan kemarau berkepanjangan. Inilah kehidupan para ulama dan syarakat di kab. Bogor

  2. Kalau sudah terbukti kpu dan panwaslu kab. Bogor tidak netral, apalagi ada titipan dari paslon tertentu mendingan dijeblosin aja ke sukamiskin kaya rahmat yasin. Kpk g takut tuh ama lambang kabah

  3. Kita semua masyarakat kab Bogor tidak menginginkan adanya kecurangan di Pilkada ini,terus dgn terjadinya beberapa video kecurangan terkait Pilkada ini ,apa tindakan hukum nya.cinta kab Bogor ,jangan sampai keinginan meraih kemenangan dengan cara menodai pesta demokrasi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *