globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Biadab, Selama Empat Tahun Ayah Kandung Gauli Anaknya

JONGGOL – Kasus asusila terhadap anak dibawah umur seperti tidak henti-hentinya terjadi di Kabupaten Bogor. Padahal, baru tahun kemarin Bumi Tegar Beriman ini dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI).

Setelah kemarin siswi SMK di Citeureup meninggal dunia karena depresi usai diperkosa, dan digilir oleh gerombolan pemuda bejat, kini di Jonggol seorang ayah tega menggauli anak kandungnya sendiri selama empat tahun.

LC (14) terpaksa harus menanggung beban derita yang begitu berat selama empat tahun, karena dipaksa harus melayani nafsu bejat ayah kandungnya sendiri.

Remaja yang kini duduk di bangku kelas VIII disalah satu SMP di Jonggol ini mengisahkan, kejadian bermula saat dirinya berusia 10 tahun, dan masih duduk dibangku kelas IV SD. Saat itu, dirinya dan S (40) yang merupakan ayah kandungnya jalan-jalan ke Pantai Carita di daerah Banten. Disana, dirinya sempat mandi bareng bersama sang ayah.

“Waktu dipantai tidak diapa-apain. Tapi pas pulang ke rumah dia meraba-raba tubuh saya. Saya sempat bertanya kenapa, tapi dia bilang tidak apa-apa, dan saya disuruh diam saja,” kisahnya kepada Publik Bogor, (14/7).

Ia menjelaskan, S melancarkan aksi biadabnya saat dirinya kelas V SD. Saat itu dirinya dipaksa untuk melayani nafsu bejat sang ayah. Kejadian biadab itu terjadi dirumahnya, saat ibundanya sedang tak ada di rumah.

“Tangan saya dipegangi, dan kaki sayapun dijepit. Saya juga diamcam agar tidak menceritakan kejadian ini pada siapaun, apalagi pada ibu saya,” jelasnya.

Setelah itu, sambungnya, orang tua biadab tersebut terus mengumbar nafsu binatangnya hingga LC duduk di bangku kelas VIII SMP. Terakhir, dirinya digagahi oleh ayahnya itu pada hari Senin (9/7), sekira pukul 04:30 WIB.

“Waktu itu masih tidur, dan tiba-tiba bapak masuk kamar saya, kemudian melakukan hal keji tersebut,” sambungnya.

Ia menginginkan, ayah yang telah menodainya itu segera ditangkap oleh pihak kepolisian, dan mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya.

Sementara itu, SA (37) yang merupakan ibunda LC mengungkapkan, saat hari Senin (9/7) di siang hari, dirinya bertengkar dengan suaminya tersebut. Kemudian, LC menyuruh dirinya untuk bersembunyi, karena khawatir dianiaya oleh ayahnya, seperti yang seringkali dilakukan oleh ayahnya.

“Saat itu LC menyuruh saya pergi untuk sembunyi, karena emosi ayahnya sedang memuncak. Bahkan, pintu rumah orang tua saya pun ditendangi olehnya karena marah, dan ingin memukul saya,” ungkapnya.

Menurutnya, saat dirinya bersembunyi dari kemarahan sang suami, LC pergi kerumah saudaranya, dan disana LC menceritakan semuanya, bahkan sempat berucap ingin mengakhiri hidupnya.

“LC sempat bilang ke uwanya, bahwa ia ingin mati saja, karena ayahnya ini bukan hanya sering menganiaya ibunya saja, dirinya pun telah dinodai,” tuturnya.

Setelah mengetahui hal itu, esoknya pada tanggal 10 Juli 2018 SA pun melapor ke Polsek Jonggol, dan kemudian diarahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.

“Dari Polres Bogor kami diminta untuk fisum, dan pada tanggal 11 Juli 2018 LC telah di fisum di RSUD Cileungsi,” paparnya.

Dirinya berharap, pihak kepolisian segera menangkap S, dan dihukum dengan seberat-beratnya. Apalagi, sampai hari ini S masih bebas berkeliaran.

“Dari hari senin itu S kabur dari rumah, tetangga saya sempat melihat S masih berkeliaran di daerah Jonggol dan Sukamakmur,” tandasnya.

Wartawan : Daus

Check Also

KPK Panggil Ketum PPP Romahurmuziy Kasus Dana Perimbangan

JAKARTA – Penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)hari ini memanggil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *