globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Limbah Rongsokan Bikin Warga Citeureup Geram

CITEUREUP – Sempat viral dan menjadi perbincangan masyarakat di Citeureup di salah satu media sosial terkait pencemaran limbah gas, membuat pengguna akun Yanz Maliq Abdul sempat didatangi awak media di kediamannya yang terletak di Kampung Lemper, RW 05, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup. Namun sayang, lelaki yang dikenal sebagai anak band ini tak ada dirumah. Dalam statusnya di medsos, Yanz menulis bau polusi ini ditimbulkan dari salah satu pabrik di Citeureup.

Berbekal status ini lah, wartawan melakukan penelusuran ke beberapa warga di lokasi berbeda, termasuk ke pemerintah desa hingga kecamatan demi mencari tahu sumber limbah berasal dari mana. Terlebih, tiga hari lalu warga Citeureup di hebohkan dengan bau limbah gas yang begitu menyengat. Berdasarkan penuturan beberapa warga, baunya mirip gas LPG dan sempat membuat warga panik. Bahkan, banyak warga yang langsung mengecek kompor gasnya masing-masing yang ada di dapur. Namun, ternyata bau tersebut bukan bersumber dari gas yang digunakan masyarakat untuk memasak.

Salah seorang warga Kampung Lemper, RW 05, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup yang tak ingin disebutkan namanya mengaku, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (14/7).

“Semua warga sampai mencopot regulator yang ada ditabung gas. Tapi ternyata diluar rumah pun memang sudah bau sekali,” katanya kepada Publik Bogor, (17/7).

Menurutnya, semua warga menuding bau ini berasal dari perusahaan Indocement, karena lokasi permukiman warga dekat dengan produsen semen tersebut.

“Semua warga disini bilangnya bau tersebut berasal dari Indocement,” akunya.

Publik Bogor pun mencoba menelususi sumber bau yang dikeluhkan warga tersebut, dan mencoba mencari informasi mengenai bau yang menyerang warga Citeureup ini.

Sekretasi Desa (Sekdes) Citeureup Evi menuturkan, bau tersebut bukan berasal dari pabrik, melainkan dari cairan limbah yang dibuang oleh pengepul barang bekas di Desa Tarikolot.

“Itu limbah yang dibuang oleh tukang rongsokan di daerah Tarikolot,” ungkap Evi.

Hal ini pun dikuatkan dengan pernyataan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Citeureup Farid Ma’ruf. Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya bau itu bersumber dari limbah yang dibuang oleh pengepul barang bekas yang ada di Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot.

“Kami sudah mengecek ke lokasi, dan memang benar bau gas kemarin yang sempat menghebohkan warga itu berasal dari limbah cair pengusaha rongsokan yang membuang limbah di Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot,” singkatnya.

Terpisah, salah seorang warga Kampung Bojong Engsel, RT 01/08, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Karsih (40)  mengatakan, pada hari Sabtu sore, sekira pukul 15:00 WIB memang ada mobil yang membawa banyak drum melintas, dan membuang cairan yang ada di dalam drum itu ke lapangan disamping rumahnya.

“Cairan itu dibuang dibawah pohon nangka, dan baunya sangat menyengat,” paparnya.

Ia menjelaskan, setelah cairan tersebut dibuang, warga pun mencium bau yang sangat menyengat, bahkan hingga menyesakkan dadat.

“Karena tidak kuat, sekitar pukul 21:00 WIB saya pun berobat ke klinik. Bahkan, cucu saya yang masih bayi pun mengungsi, tetangga saya pun sampai ada yang tidur dirumah saudaranya,” jelasnya.

Terpisah, Ibu RT 02/08, Desa Tarikolot, Sri Wahyuni mengisahkan, usai pembuangan limbah oleh pengepul barang bekas tersebut, banyak warga yang mengadu pada suaminya selaku ketua RT 02/08, karena baunya yang begitu menyesakkan dada.

“Warga dan suami saya langsung mendatangi pengusaha barang bekas tersebut, agar tidak membuang limbah di lapanga itu lagi,” kisahnya.

Ia menerangkan, pengusaha barang bekas tersebut bernama H Romli, yang ada di Kampung Nyangkokot, Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup. Rencananya pengusaha itu akan membuang ratusan drum limbah cair di lapangan tersebut.

“Ini yang dibuang baru 20 drum, baunya sudah bikin warga menyesak, apalagi kalau ratusan drum,” terangnya.

Dirinya menambahkan, kini limbah yang buang di lapangan tersebut sudah diurug menggunakan seroihan batu kapur, sehingga baunya sudah tidak terlalu menyengat.

Wartawan : Daus

Check Also

Bima Arya dan Habib Salim Segaf melayat ke Alm. Ustaz Arifin Ilham

BABAKANMADANG – Wali Kota Bogor Bima Arya dan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *