globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Usai Digilir 7 Pemuda Bejat, Siswi SMK Meninggal

CITEUREUP – Selaku orang tua, AN dan EC merasakan duka yang begitu mendalam, lantaran Fitri (16) yang merupakan anak sulungnya menghembuskan nafas terakhir setelah menderita depresi berat. Depresi yang diderita oleh anak pertama dari tiga bersaudara ini dialaminya setelah diperkosa, dan digilir oleh tujuh pemuda bejat.

Fitri merupakan warga Gunungputri yang duduk di kelas XI disalah satu SMK di wilayah Citeureup. Peristiwa tragis yang merenggut kehormatannya tersebut terjadi pada hari Selasa (26/6) di sebuah rumah kosong di Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup.

Ibunda Fitri, AN mengisahkan, anak sulungnya itu jatuh sakit dan selalu murung semenjak hari Sabtu, (30/6). Hari Minggunya, Fitri sudah las tergelatak dikamarnya, tatapan matanya begitu kosong, seperti ada rasa takut, dan beban berat yang sedang dihadapinya.

“Saya suapi buburpun sudah tidak mau, diberi minum saja tidak masuk,l. Bahkan buang air kecil, dan buang air besar ditempat tidur, karena tidak bisa jalan. Lalu saya memanggil suami saya untuk pulang, karena bekerja di Tangerang,” kisahnya, (9/7).

Ia menjelaskan, hari Senin (2/7) Fitri benar-benar sudah tak sadarkan diri, dan dirinya membawa anak sulungnya itu ke klinik untuk berobat.

“Kata dokter anak saya butuh pendampingan. Awalnya saya bingung, tapi setelah mendengar penjelasan dokter, saya yakin ada kejanggalan pada anak saya yang tiba-tiba bungkam,” jelasnya.

Sementara, ayah Fitri, EC menuturkan, setelah mengetahui kondisi anaknya, dirinya mencari informasi dari saudara, dan teman-teman anaknya. Karena, menurut istrinya dari kemaluan anak sulungnya itu keluar darah, ditambah penjelasan dari dokter yang semakin meyakinkannya bahwa terjadi hal yang tak wajar pada anaknya tersebut.

“Rencananya akan saya bawa ke Rumah Sakit Cikaret, namun hari Selasa (3/7) sekira pukul 04:30 WIB Fitri menghembuskan nafas terakhir. Semenjak sakit sampai meninggal dunia, anak saya tidak pernah bilang apa yang sebenarnya terjadi padanya,” tuturnya.

Namun, sambungnya, malam hari sebelum Fitri meninggal dirinya mendapatkan telepon dari saudaranya, yang meminta agar dirinya segera datang. Sesampainya disana, saudaranya menceritakan, bahwa Fitri sempat diperkosa sebelum sakit.

“Saudara saya mendapatkan informasi ini dari temannya Fitri, yakni SA,” sambungnya.

Dari informasi itulah kemudian orang tua korban yakin jika sakit yang menimpa Fitri sangat tak wajar, lalu memanggil ketua RT untuk meminta bantuan agar jenazah anaknya harus Dioutopsi.

“Hari itu juga setelah mengurus surat surat dan melapor ke pihak kepolisian, anak saya dibawa kerumah sakit, kramat jati untuk dioutopsi. Awalnya saya lapor ke Polsek Gunungputri, tapi karena TKP-nya di Desa Gunungsari, saya di arahkan untuk melaporkannya ke Polsek Citeureup,” tutur ayah Fitri

Setelah itu, lanjut EC, Dari hasil laporan yang ia berikan, polisi lalu mencari informasi lebih lanjut dari Saksi SA, dan keterangan dari teman-teman korban, akhirnya terkuak anak saya telah perkosa secara bergiliran.

“Informasi yang saya dapat dari pihak kepolisian bahwa benar anak saya diperkosa bergiliran ,dan pelakunya sudah ditangkap sekarang ada dipolsek Citeureup. Dan saya sangat berharap penegak hukum dapat bertindak adil dan memberikan hukuman seberat beratnya kepada para pelaku, dan lebih baik hukuman mati saja,” harapnya

Sementara itu, Kapolsek Citeureup Kompol Darwan membenarkan berita tersebut, dan telah menangkap sejumlah tersangka yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap mendiang Fitri. Tersangka tersebut antara lain IB (16), AL (14), PU (20), NU (21), RD (21), MR (18), dan semuanya merupakan warga Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. “Untuk TKP, mereka menggilir korban disebuah rumah kosong, kampung Gunungsari RT 01/05, Desa gunungsari, 6 tersangka sudah kita amankan, 1 sedang dalam pengejaran, dari tersangka tersebut ternyata ada 2 yang masih dibawah umur,” terangnya

Menurut keterangan para pelaku, sambung Darwan, yang pertama adalah IB, yang merupakan teman dekat korban dan yang membawa korban ke TKP, lalu dilanjutkan oleh yang lain secara bergilir.

“Mereka mengakui melakukan Persetubuhan dengan menggilir korban, namun pengakuan mereka korban tidak dipaksa. Tetapi, kami akan terus mendalami kasus ini, kemungkinan akan kita lakukan rekrontuksi ulang. Dan saat ini kami juga sedang menunggu hasil Autopsi korban, untuk mengetahui penyebab kematian korban,” pungkasnya.

Para pelaku dapat dijerat dengan undang-undang perlindungan anak yakni undang-undang No 35 tahun 2014, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

Wartawan : Daus

Check Also

Dua Negara Kuasai Pasar Mobil Di Indonesia

PUBLIKBOGOR – Bayang-bayang kelam merek China di Indonesia mulai cerah setelah pemain baru, Wuling, datang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *