globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Wow.. Usai Sidang MK, Terkuak Disdukcapil Cetak Suket 133.000

JAKARATA Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor digilir oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat terkait persilisihan Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor dan dugaan penggelembungan daftar pemilih tambahan di sejumlah TPS

Salah satu Komisioner atau Kordinator SDM dan Organisasi Bawaslu Jawa Barat Yusuf Kurnia mengatakan hari ini jajarannya kembali meminta keterangan dari KPU Kabupaten Bogor terkait dugaan menggelembungnya daftar pemilih tambahan di Kabupaten Bogor.

“Harusnya  hari ini sudah ada keputusan  namun karena suatu hal kami kembali mengundang KPU Kabupaten Bogor ke Bandung untuk menjelaskan dugaan mengelembungnya daftar pemilih tambahan di beberapa TPS yang telah dilaporkan oleh pemohon pasangan Calon Bupati – Wakil Bupati Bogor Jaro Ade – Inggrid Kansil (JADI),” kata Yusuf Kurnia kepada wartawan, Selasa (31/7).

Pria asli Bandung ini menerangkan selain meminta keterangan dugaan menggelembungnya daftar pemilih tambahan, jajarannya juga akan menanyakan proses rekapitulasi suara tingkat Kabupaten Bogor.

“Setelah Bawaslu Jawa Barat memeriksa atau meminta keterangan KPU Kabupaten Bogor terkait dugaan menggelembungnya daftar pemilih tambahan dan proses rekapitulasi suara tingkat Kabupaten Bogor, kami secepatnya melaporkan dugaan tidak jelasnya daftar pemilih tambahan ini ke Bawaslu Republik Indonesia,” terangnya.

Divisi Hukum KPU Kabupaten Bogor Erik Fitriadi yang ditemui usai memberikan keterangan dalam pemeriksaan persidangan perselisihan Pilbup Bogor di Gedung MK Jakarta menjelaskan daftar pemilih tambahan yang mencapai 77.602 orang atau suara adalah legal walau jumlahnya diluar dugaan.

“Daftar pemilih tambahan sebanyak 77.602 lebih suara ini karena sebelum hari pencoblosan,  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bogor telah mengeluarkan surat keterangan kependudukan sebanyak 133.000,” jelas Erik.

Dia memaparkan 76.602 daftar pemilih tambahan itu ada di 40 kecamatan dengan wilayah terkonsentrasi ada di Cibinong, Gunung Putri, Bojonggede, Cileungsi dan lainnya.

“Daftar pemilih tambahan sebanyak 77.602 orang itu tidak merata di 7.635 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan 40 kecamatan tetapi terkonsentrasi.di beberapa kecamatan. Contohnya daftar pemilih tambahan terbesar itu di Cibinong yang mencapai 12.000, orang,” paparnya.

Erik melanjutkan komisioner bersama staf KPU Kabupaten Bogor hari ini berbagi tugas ada yang menghadiri sidang perselisihan suara Pilbup Bogor di MK, Bawaslu Jawa Barat dan di Kantor KPU Kabupaten Bogor.

“Hari ini agenda KPU Kabupaten Bogor sangat padat karena ada yang ke MK, Bawaslu Jawa Barat dan juga Kantor KPU Kabupaten Bogor karena hari ini terakhir penyerahan revisi daftar calon legislatif,” lanjut Erik.

Kuasa hukum pasangan JADi Herdiyan Nuryadin nenuturkan permasalahan menggelembungnya daftar pemilih tambahan  di sejumlah TPS ini tidak sesuai aturan karena jumlahnya melebihi 2,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetapnya.

“Dalam persidangan tadi kami telah memberikan bukti menggelembungnya daftar pemilih tambahan yang jumlahnya melebihi 2,5 persen seperti TPS nomor 7 di Gunung Putri dimana jumlah daftar pemilih tetap 139 suara sedangkan jumlah daftar pemilih tambahannya lebih dari 100 persen yaitu 145 suara,” tutup Nuryadin.

Wartawan : Daus

Check Also

KPK Panggil Ketum PPP Romahurmuziy Kasus Dana Perimbangan

JAKARTA – Penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)hari ini memanggil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *