globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Diduga Ilegal dan Cemari Lingkungan, PD Ciriung Jaya Chemical Disidak DLH

CITEUREUP – Perusahaan yang memproduksi ferro sulfat di Kampung Karanggan, RT 01/04, Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, disidak oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor. Dalam sidak tersebut, DLH menemukan bahwa semua izin dari PD Ciriung Jaya Chemical ini sudah kadaluarsa alias habis.

Salah seorang staf DLH Kabupaten Bogor Syaripudin mengatakan, pemilik dari perusahaan itu yakni Wolter Sulu, dan perizinannya sudah berakhir semua.

“Setelah kami cek, ternyata perizinannya sudah habis, mulai dari Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), hingga Surat Izin Perdagangan (SIUP),” katanya kepada Publik Bogor, (1/8).

Ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan proses lebih lanjut sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Perusahaan ini akan kita proses sesuai dengan prosedur, dan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Apalagi, sambungnya, perusahaan yang menggunakan asam sulfat sebagai salah satu bahan bakunya ini menimbulkan ceceran dari asam sulfat yang mengalir ke sungai Cikeas yang persia berada dibelakang tempat produksinya.

“Asam sulfat yang mengalir ke sungai ini merupakan salah satu bentuk pencemaran lingkungan,” paparnya.

Sementara itu, penanggungjawab lapangan perusahaan Popon mengungkapkan, bahwa asam sulfat itu tercecer saat proses produksi ferro sulfat.

“Kami tidak sengaja melakukan pembuangan limbah yang mengandung asam sulfat ke sungai, melainkan hanya tercecer saat proses produksi,” kilahnya.

Untuk masalah perizinan, terangnya, perusahaan ini sempat fakum alias tidak produksi selama beberapa tahun, dan baru berjalan selama dua bulan terakhir, jadi belum sempat mengurus perizinannya lagi.

“Ini kan baru berjalan lagi dua bulan terakhir, dan kami juga masih belum ada anggaran untuk mengurus perizinannya,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Publik Bogor, persetujuan prinsip PD Ciriung Jaya Chemical dikeluarkan oleh Badan Perizinan Terpadu (BPT) Kabupaten Bogor pada tanggal 7 Desember 2011 dan telah berakhir pada tanggal 7 Desember 2014.

Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) dari Pemerintah Desa (Pemdes) Puspasari dikeluarkan tanggal 11 September 2014 dan berakhir pada 11 September 2015. Kemudian, Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang dikeluarkan oleh BPT Kabupaten Bogor pada tanggal 1 Agustus 2011 yang telah berakhir pada tanggal 28 Juli 2016.

Yang janggal adalah dokumen Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor. Dalam SIUP yang dikeluarkan pada tanggal 17 April 2006 ini, tertera kegiatan usaha PD Ciriung Jaya Chemical merupakan perdagangan barang dan jasa, serta kelembagaannya sebagai distributor. Padahal, PD Ciriung Jaya Chemical bukan hanya menjual ferro sulfat, tetapi juga memproduksi.

SIUP ini pun hanya berlaku selama lima tahun, maka SIUP PD Ciriung Jaya Chemical yang dikeluarkan 17 April 2006 ini telah berakhir pada tanggal 17 April 2011.

Wartawan : Daus

Check Also

18 Daftar Kepala Daerah Yang Terjaring OTT KPK 2018

Kepala daerah dan korupsi seolah sudah gak bisa dipisahkan. Walaupun gak semua kepala daerah berbuat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *