globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Overdosis Kerja, Karir dan Kesehatan Sama-Sama Terganggu

PUBLIKBOGOR – Bekerja keras identik dengan kenaikan gaji dan promosi. Padahal menurut studi terbaru, overdosis kerja bisa berakibat buruk bagi karir dan kesehatan.

Penelitian gabungan oleh University of London dan ESCP Europe Business School menemukan bahwa pegawai yang bekerja terlalu keras dengan intensitas yang tinggi lebih berisiko mengalami masalah kesehatan. Mereka juga tidak mengalami kenaikan karir lebih cepat daripada rekan-rekan lainnya.

“Peningkatan intensitas kerja membuat kualitas dan produktivitas pekerja turun,” ungkap dr Aargyro Avoustaki dari ESCP Europe, dikutip dari Daily Mail.

Penelitian dilakukan kepada 52.000 pekerja dari Eropa. Para partisipan diminta menjawab soal intensitas kerja mereka, frekuensi stres, rasa lelah, dan seberapa puas mereka dengan perlakuan perusahaan, termasuk kenaikan gaji dan bonus.

Hasil penelitian menyebut partisipan yang secara rutin bekerja dengan intensitas tinggi memiliki kesehatan fisik dan mental yang jelek. Mereka juga mengaku kurang mendapat apresiasi dari atasan dan perusahaan, serta merasa berhak mendapat kenaikan gaji dan bonus.

Di sisi lain, pekerja yang mendapat kebebasan lebih saat bekerja memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik. Mereka juga diketahui memiliki produktivitas dan loyalitas yang lebih besar kepada perusahaan.

Peneliti berpendapat bahwa intensitas kerja yang tinggi ditandai dengan deadline ketat dan ritme kerja yang cepat. Hal ini membuat karyawan lebih mudah lelah dan meningkatkan risiko burnout.

Avoustaki juga menyebut salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah membiarkan pegawai memilih sendiri jam kerjanya. Dengan begitu, ritme kerja pegawai bisa stabil dan tidak mengurasi energi emosional.

“Jika bisa memilih antara bekerja lebih intens atau perpanjang jam kerja, sebaiknya ambil pilihan kedua. Anda bisa menentukan ritme kerja sendiri, daripada harus mengejar ritme orang lain yang mungkin tidak cocok untuk Anda,” tutupnya.(DETIK)

Check Also

KPK Panggil Ketum PPP Romahurmuziy Kasus Dana Perimbangan

JAKARTA – Penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)hari ini memanggil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *