globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Kurang Modal, Peternak Ulat Dan Jangkrik Lesu

CARINGIN – Beternak jangkrik mau­pun ulat hongkong saat ini marak di­budidayakan sebagian masyarakat. Selain mudah dalam perawatan, pen­ghasilan dari ternak ini sangat menjan­jikan. Untuk mengembangkan usaha satu ini dibutuhkan modal cukup besar.

Seorang pengusaha jangkrik dan ulat hongkong di Kampung Cimandegirang, Desa Lemahduhur, Kecamatan Ca­ringin, Kabupaten Bogor, Heri Cahyono, mengatakan, usaha ternak dua binatang yang biasanya untuk pakan burung dan hewan reptil itu sudah dirintis puluhan tahun. Bahkan, hasil usahanya terbilang menguntungkan.

”Lumayan lah untuk menafkahi kelu­arga, tapi sejak lima tahun terakhir kami merasa kesulitan dalam mema­sarkan hasil produksi, karena kurangnya peralatan berupa gentong. Akibat faktor modal, usaha saya sulit berkembang,” ungkapnya.

Heri mengatakan, keter­batasan peralatan berupa gentong plas­tik berukuran besar menjadi kendala dalam pengembang-biakan ternaknya. Sebab, saat ini barang yang biasa di­gunakan bagi penakaran bibit jangkrik dan ulat baru ada sepuluh gentong.

”Dari peralatan yang ada sekarang tentu tidak bisa menghasilkan dan me­masarkannya setiap hari. Padahal, per­mintaan khususnya pedagang burung di Bogor sangat banyak. Tapi sayang kebutuhannya tidak bisa terlayani,” tu­turnya.

Penangkaran bibit binatang tersebut, sambung Heri, setidaknya dibutuhkan seratus gentong untuk me­nyimpan maupun menyortir, mulai dari telur jangkrik hingga jangkrik siap panen.

Mengingat dalam waktu satu minggu bisa membuahkan ribuan ekor jangkrik. ”Saya cuma menginginkan hasil ternak jenis jangkrik dan ulat bu­kan untuk kebutuhan keluarga kami saja, tapi juga bisa dipasarkan ke peda­gang atau pengecer, khususnya di Ca­ringin dan di Bogor, minimal seminggu sekali atau sepuluh hari sekali,” jelasnya.

Sejak awal hingga panen hanya butuh waktu satu bulan setengah. Sedangkan jenis ulat hanya dua bulan. Mengenai harga ulat hongkong ke pengecer bia­sanya dijual Rp55.000 per kilogram. Tapi jika sedang langka, harganya bisa mencapai Rp100.000 per kilogram.

 

Metropolitan

 

Check Also

Panwaslu Kota Bogor Panggil Lurah Babakan

BOGOR – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor akan segera melakukan pemanggilan terhadap HE Lurah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *