globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Penadah Emas Ilegal di Bekuk Polsek Nanggung

NANGGUNG – Bos penadah emas ilegal dari hasil pertambangan emas tanpa izin (PETI), ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Nanggung di Kampung Cadas Leueur RT 01/01, Desa Bantar Karet Kecamatan Nangggung Kabupaten Bogor pada Selasa sore (23/10).

Jajaran Unit Reskrim Polsek Nanggung yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Iptu Azi Lesmana pun berhasil mengamankan barang bukti, 50 derijen air keras (Nitric Acid), 3 Drum Cianida, (CN zat kimia B3), kompresor, timbangan emas, Vizer, Carbon, nota penjualan, alat gebos, serta emas yang sudah dilebur seberat 5 gram.

Kapolsek Nanggung, AKP Asep Saepudin mengatakan, bahwa penadah emas illegal ini, diketahui berinisial IH alias ucok (43), merupakan warga asal Medan dan sudah lama tinggal di Kampung Cadas Leueur, RT 01/01, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung

Namun, dia (red, tersangka IH) sudah lama melakukan penadahan emas illegal dari hasil Peti  yang marak di Kecamatan Nanggung.

“Tersangka merupakan asli Medan, dan sudah menetap di wilayah Kecamatan Nanggung. Dan menurut informasi yang berhasil kita himpun, bahwa IH alias Ucok sudah lama menjadi penadah di Kampung Cadas Leueur Desa Bantar Karet Kecamatan Nanggung,”terangnya.

Tersangka IH kita tangkap saat jajaran unit reskrim Polsek Nanggung melakukan pengerebegan pada Selasa sore (23/10), di rumahnya di dikampung Cadas Leueur Desa Bantar Karet, Polisi berhasil mengamankan satu orang tersangka yang juga pemilik tempat gebosan emas tersebut.

Pada saat dilakukan penggerebekan, tersangka baru saja melebur biji emas dibentuk menjadi lempengan emas murni yang siap jual.

“Selain barang bukti 5 gram emas yang sudah dilebur menjadi lempengan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti alat gebosan dan bahan zat kimia B3 berupa Cianida dan Nitric Acid (Air keras) tanpa ada surat ijin peredaran nya,”katanya.

Asep menyebutkan, tersangka hanya sendiri melakukannya, namun dari hasil penyidikan ia mengaku melakukan usaha ilegal nya itu sudah berjalan selama 2 tahun.

“Tersangka juga mengaku mendapatkan bahan emas itu dari para gurandil, dan ada kurir yang mengambil hasil pengolahan itu. Tentu ini akan jadi pengembangan kami (red. Polsek Nanggung),”jelasnya.

Kapolsek pun menambahkan dari hasil pengolahan emas oleh pelaku selama tiga hari bisa menghasilkan jumlah uang sebanyak 9 juta rupiah sampai 12 juta rupiah.

“Itu selama tiga hari pengolahannya, tergantung bahan emas yang didapat dari para gurandil atau penambang emas ilegal,”ungkap Asep.

Sementara kasus ini, terang Kapolsek AKP Asep Saepudin, tersangka akan dijerat dengan pasal 161 UU no 4 Tahun 2009 tentang Minerba, terkait memanfaatkan, mengangkut dan menjual hasil PETI, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dengan denda sebesar 10 Miliar rupiah.

Wartawan : Agus

Check Also

Pemkot Bogor Buat Perda Ketahanan Keluarga

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor berencana menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga. Langkah tersebut …

One comment

  1. Kenapa baru sekarang ketangkap? Dan kenapa polsek nanggung harus menangkap yang jauh dari lokasi polsek? Padahal didekat polsek itu sendiri daerah sekitar nanggung ada penadah emas ilegal yang lain, dan mungkin bisa diblg ada beberapa. Apa mungkin ada kongkalikong kerjasama dan suap dengan salah satu anggota polisi di polsek nanggung?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *