globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Dalam Persidangan Ke III, Ahmad Sofian Akui Dirinya Melakukan Pemukulan Ke Sekcamnya

CIBINONG – Dalam persidangan ke III yang beragendakan pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, terkait kasus pemukulan yang dilakukan oleh Camat Tamansari Ahmad Sofian, kepada Sekcam Tamansari yang berinisial RD bergulir kembali.

Hal itupun secara detail dijelaskan dalam persidangan ke III, oleh korban berinisial RD tersebut.

Berikut penjelasan dari RD Terkait kejadian saat sebelum dan sesudah pemukulan yang dilakukan oleh Camat Tamansari Ahmad Sofian :

Pertama,  rapat persiapan lomba MTQ Agustus tahun 2017 Kecamatan Tamansari para Jumat tanggal (11/8/2017), yang dilakukan oleh Sekretaris Camat Ridwan dan staf kecamatan menjadi pemicu Camat Tamansari saat itu Ahmad Sofian memukul Ridwan.

Kedua, rapat persiapan Lomba MTQ berlangsung, tiba-tiba Camat Tamansari Ahmad Sofian memukul Sekcam Tamansari RD sebanyak empat kali dan mengenai pipi bagian kiri. Ketika pertama kali masuk dirinya yang lagi memimpin rapat langsung dipukul, kemudian dirinya berdiri lalu menghindar dan Ahmad Sofian kembali memukul dirinya sebanyak dua hingga total pukulan yang dilakukan camat sebanyak 4 kali.

Ketiga pasca pemukulan, RD langsung membuat laporan ke Polsek Tamansari, namun ditolak oleh kepolisiam hingga Ia melaporkan kasus penganiyayaan ini ke Polres Bogor. Pasca ditolak, dirinya langsung membuat visum di RS PMI Kota Bogor dan melaporkan kasus pengniyaan tersebut ke Polres Bogor.

Dalam pemeriksaan keterangan lima orang saksi lainnya, para saksi yang merupakan Staff Kecamatan Tamansari membenarkan pemukulan yang dilakukan oleh Ahmad Sofian kepada RD.

“Benar ada pemukulan yang dilakukan oleh saudara Camat kepada Sekretarisnya, namun kami tidak tahu sebab musabab kenapa pemukulan atau penganiyaan itu dilakukan,” kata Tjetje yang saat itu menjabat sebagai Kasie Kesra di Kecamatan tamansari.

Dalam sidang tersebut dibantah oleh Kuasa hukum terdakwa, Tutie Hastika menanyakan, “Apakah saudara saksi melihat kertas pengumuman dilarang melakukan rapat tanpa diketahui oleh Camat Tamansari,” timpalnya.

Hal itupun membuat Rd yamg mendapatkan pertanyaam itu, menjawab dengan lantang bahwa dirinya sedang melakukan rapat sebagai Ketua Panitia MTQ.

“Saya waktu itu sedang melakukan rapat sebagai Ketua Panitia MTQ Kecamatan Tamansari,” ungkapnya.

Namu, Hakim PN Cibinong yang diketuai oleh Ben Ronald P Situmorang S.H, M.H, Chandra Gautama S.H,M.H dan Tira Tirtona S.H, M.Hum majelis hakim PN Cibinong mengatakan, agenda selanjutnya akan dilakukan pekan depan untuk mendengarkan keterangan saksi ahli.

Terpisah, kuasa hukum RD, Anggi Triana Ismail dari Kantor Hukum Bintang dan Partner mempertanyakan, kenapa terdakwa Ahmad Sofian tidak ditahan di Lapas Pondok Rajeg Cibinong.

“Secara hukum memang hak terdakwa untuk mengajukan penangguhan penahanan. Akan tetapi seharusnya JPU melihat antropologi hukum, apalagi kasus ini sudah jadi sorotan publik dan jaksa sendiri adalah sebagai JPU,” ucap Anggi.

Lanjutnya, ada unsur politik yang bermain dan itu sangat memungkinkan yaitu dugaan ada penguatan penangguhan dari Bupati Bogor Nurhayanti.

“Kami sebagai kuasa hukum korban tak mendapat koordinasi dari jaksa soal penangguhan penahanan terdakwa, apalagi kasus ini sudah terkatung-katung selama setahun lebih, apalagi kalau merujuk kepada UU ASN No. 5 Tahun 2014 pasal 88 (1) poin c harusnya terdakwa diberhentikan sementara sejak ditetapkan sebagai terdakwa,” tukasnya.

Sekedar diketahui, padahal dalam persidangan ke III itu, terdakwa Ahmad Sofian membenarkan pemukulan yang dilakukan olehnya namun ada kronologis yang berbeda dan akan Ia bacakan saat waktu sidang selanjutnya.

Wartawan : Die

Check Also

22 Makam di Sukabumi Tergerus Longsor

PUBLIK BOGOR – Bencana longsor terus-terusan menerjang sejumlah lokasi di Sukabumi, Jawa Barat. Bencana tanah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *