globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Perekonomian Boyolali Disindir Prabowo

PUBLIK BOGOR – Pidato Calon Presiden Prabowo Subianto viral di media sosial. Prabowo menyinggung tampang orang Boyolali yang menurutnya tak pernah masuk hotel mewah di Jakarta.

Dalam pidato itu, Prabowo sedang berbicara mengenai belum meratanya kesejahteraan ekonomi di Indonesia. Ia memberi perumpamaan orang asal Kabupaten Boyolali yang belum pernah masuk hotel mahal karena kondisi perekonomian yang kurang baik dan tingginya ketimpangan pendapatan (rasio gini).

Perekonomian Kabupaten Boyolali dengan memasukkan indikator angka kemiskinan, ketimpangan pendapatan, inflasi, pengangguran, upah minimum kabupaten hingga pertumbuhan ekonomi sebagai dasar penilaian. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Mengutip data BPS, Minggu (4/11), jumlah penduduk miskin di Kabupaten Boyolali mencapai 116.390 jiwa atau setara 11,96 persen dari total penduduk pada tahun 2017. Angka ini masih di atas rata-rata nasional yakni pada posisi 10,12 persen (September 2017). Artinya persentase kemiskinan di Boyolali masih di atas angka kemiskinan nasional.

Kedua, angka ketimpangan pendapatan atau rasio gini. Angka ketimpangan di Kabupaten Boyolali mengalami penurunan sepanjang 2011-2015, yakni dari 0,36 menjadi 0,30.

Sementara itu, angka ketimpangan di Provinsi Jateng sebesar 0,382 atau masih di atas ketimpangan di Kabupaten Boyolali. Makin kecil angka atau mendekati nol, menggambarkan ketimpangan atau gap pendapatan di daerah tersebut semakin rendah.

Ketiga adalah tingkat inflasi. Laju inflasi Kabupaten Boyolali pada tahun 2017 sebesar 3,08 persen, atau di bawah tingkat inflasi nasional yang sebesar 3,61 persen. Angka ini mengambarkan daya beli serta kenaikan harga makan dan minuman di Boyolali terjaga dan lebih baik dari rata-rata nasional.

Keempat, upah minimum kabupaten (UMK) di Boyolali. UMK di Boyolali mencapai Rp 1.651.650 per bulan pada tahun 2018. UMK tertinggi di Provinsi Jateng sendiri tercatat sebesar Rp 2.310.087 (di Kota Semarang) dan terendah sebesar Rp 1.490.000 (di Kabupaten Banjarnegara).

Kelima adalah angka pengangguran. Pengangguran di Kabupaten Boyolali pada 2016 sebesar 2,03 persen. Pengangguran di Boyolali di bawah angka pengangguran Provinsi Jateng (4,63 persen pada September 2016) dan Indonesia (5,61 persen).

Terakhir, angka pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Regional Bruto/PDRB) Kabupaten Boyolali sebesar 5,27 persen pada tahun 2016. Pertumbuhan ekonomi Boyolali di atas pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,02 persen.

Sumber : Kumparan

Check Also

Pemkot Bogor Buat Perda Ketahanan Keluarga

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor berencana menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga. Langkah tersebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *