globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Sayaga Terus Genjot Potensi Objek Wisata

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menggenjot potensi wisata yang ada di daerahnya guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Berbagai cara pun dilakukan Pemkab Bogor agar sejumlah potensi wisata itu menjadi tulang punggung pendapatan, dari membentuk badan promosi pariwisata hingga membuat badan usaha milik daerah (BUMD). Tidak dimungkiri, selama ini sektor pariwisata termasuk di dalamnya jasa penginapan dan restoran sebagai penyumbang terbesar PAD Pemkab Bogor. Direktur Utama PT Sayaga Wisata Kabupaten Bogor Supriadi Jufri mengungkapkan, selaku BUMD yang chord bisnisnya adalah pariwisata, banyak ditemukan kendala dan tantangan dalam menggarap potensi wisata di Kabupaten Bogor, khususnya di kawasan Puncak. Dengan begitu, belum ada satu pun objek wisata di Puncak yang bisa dikelola secara langsung.

“Proses peralihannya cukup rumit membutuhkan waktu bertahun-tahun. Selain harus berhadapan dengan masyarakat, terkadang adanya pihak swasta yang sudah mengelola lebih dulu,” ujarnya. Tak hanya itu, biaya proses peralihannya juga cukup besar sehingga diperlukan penanganan khusus oleh Pemkab Bogor. Dia menyebutkan, ada 75 objek wisata alam di Kabupaten Bogor yang hingga kini status tanahnya bukan milik pemkab. “Tapi, sebagian besar milik pemerintah pusat karena umumnya wisata alam air terjun dan panorama itu terletak di area Perhutani, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN),” katanya.

Objek wisata Puncak, Telaga Warna, yang saat ini ramai dikunjungi misalnya, itu berada di area TNGGP. Begitu pula dengan sejumlah air terjun, seperti Cilember, Curug Tujuh, Kampung Awan Megamendung yang ada di Puncak itu merupakan milik Perhutani. “Begitu pula dengan lebih dari 10 objek wisata yang berada di kawasan wisata Gunung Salak Endah (GSE), itu berada di area Balai Besar TNGHS,” ungkapnya. Kendati demikian, pihaknya berjanji secara bertahap akan berupaya bisa mengelola objek wisata potensial yang ada di GSE, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Bogor. “Minimal dari 10 objek wisata, yang memungkinkan ada dua objek wisata yang bakal kita kelola bekerja sama dengan TNGHS,” ujarnya.

Sumber : Sindonews

Check Also

Pemkot Bogor Buat Perda Ketahanan Keluarga

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor berencana menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga. Langkah tersebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *