globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Elite Politik Berhentilah Mengorbankan Manusia

CIBINONG – Kerusuhan terjadi pada 21 dan 22 Mei 2019 di Jakarta. Membuat semua kalangan geram, dengan elit politik Indonesia, yang seharusnya berhenti menyulut pertikayan untuk menjaga persatuan Indonesia.

Hal itupun membuat salah Pembina Gerakan taruna Bogor (Getar) Asep As’ary meminta, kepada elite politik untuk berhenti mengorbankan manusia/rakyat, mengupayakan suasana yang menyejukkan dan menyatukan.

Asep mengungkapkan, Indonesia bukan negara yang baru menghadapi Pemilu dan sudah hampir 11 kali melakukan Pemilu Legislatif. Serta indonesia bukan negara yang baru mengadopsi sistem multi partai. Sejak pemilu dilakukan jumlah partai di Indonesia itu jumlahnya banyak.

“Ini menandakan bahwa indonesia adalah negara yang kaya akan pemikiran, sehingga pertarungan dari sebuah pemikiran itu dimasifetasikan dalam pemilu, artinya pemilu menjadi ajang adu ide dan gagasan yang relevan dan cocok dengan disesuaikan sifat partai yang mengusungnya.

“Meski pada akhirnya rakyat yang menentukan pilihannya, cocok atau tidak dengan ide dan gagasan tersebut,” imbuhnya

Pemuda yang berasal dari Kecamatan Parung ini menilai, agar dalam sebuah pertarungan yang bebas sudah barang tentu dalam konteks berdemokrasi pemilu harus memiliki kerangka hukum yang pasti, sehingga legitimasi formal dari sebuh demokrasi dapat terwujud dalam sebuah kepemimpinan yang menjadi juara dalam kontestasi politik tersebut.

“Aturan-aturan dalam Pemilu Indonesia banyak mengadopsi dari beberapa prinsip salah satunya adalah prinsip moralitas, dimana jujur adil dan terbukan adalah sebuah manifestasi dari sebuah moralitas. Sehingga jaminan dari sebuah pemilu adalah melahirkan pemimpin yang berkualitas,” ungkapnya.

Dirinyapun meminta para pemuda menilai terutama generasi pemuda, akankah generasi muda akan gagap dengan sebuah perbedaan politik, atau sirkulasi elit yang lambat direpublik ini, sehingga warisan pertarungan lewat pemilu harus bertahun-tahun, bukan karena idenya tapi karena fanatismenya?

“Silahkan kita nilai posisi Demokrasi dari Republik kita hari ini,” tukasnya.

Wartawan : Die

Check Also

Ada Apa Dengan Pevita dan Ariel ?

PUBLIK BOGOR – Rumor soal kedekatan Pevita dan Ariel hingga saat ini masih terus menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *