globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Hati-Hati Uang Palsu Menjelang Lebaran

BOGOR – Jelang Idul Fitri, banyak masyarakat di Bogor yang menukar uang dengan pecahan baru. Hal itu seperti menjadi ritual masyarakat dalam menyambut Lebaran. Namun, masyarakat perlu berhati-hati karena baru-baru ini analis keuangan Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa Bogor menjadi daerah rawan peredaran uang palsu (upal).

Hal  itu disampaikan Analisis Eksekutif Asesmen Ekonomi Keuangan BI Kantor Perwakilan Jawa Barat (Jabar), Imaduddin Sahabat, saat meluncurkan mobil layanan penukaran uang terpadu di Kota Sukabumi. Ia mengaku banyak menemukan kasus peredaran upal yang cukup besar di wilayah Bogor.

“Daerah Subang dan Bogor rawan upal. Bahkan di Bogor peredarannya cukup besar,” ujar Imaduddin. Seperti pada 2 Januari 2019, Polresta Bogor Kota mengamankan 1.500 lembar upal pecahan Rp100 ribu. Dari kasus tersebut aparat kepolisian mengamankan dua tersangka, yakni U (54) dan H (28) yang diduga telah menyebarkan upal.

Begitu juga pada 19 September 2018, Sat Reskrim Polsek Bogor Timur berhasil menyita 1.800 lembar upal pecahan Rp100 ribu dan dua lembar koran upal pecahan Rp100 ribu yang belum digunting. Polisi juga berhasil mengamankan tiga pelaku, yakni MCH (48) asal Cianjur, HS (48) asal Bogor dan R (49) asal Sukabumi.

Meski demikian, Imaduddin menjelaskan peredaran upal kini dapat diantisipasi. Pasalnya, masyarakat sudah lebih awas dan jeli dalam membedakan upal dengan yang asli.

“Tidak banyak, sebab masyarakat sudah mulai tahu, sehingga cepat teridentifikasi,” katanya.

Untuk mengantisipasi peredaran upal, jelas Imaduddin, BI terus menggencarkan sosialisasi pencegahan upal. Termasuk ke daerah-daerah terpencil agar masyarakat dapat mengetahui pecahan rupiah yang asli dan segera dicegah apabila ada temuan upal.

Untuk mengantisipasi peredaran upal jelang Idul Fitri, Polresta Bogor Kota pun akan melakukan pemetaan terkait lokasi-lokasi yang kerap menjadi tempat penukaran uang dengan pecahan baru selain di bank yang resmi.

“Selain pemetaan, kita juga meningkatkan patrol di beberapa lokasi yang kerap dijadikan lokasi penukaran uang pecahan baru,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sanjaya.

Selain tindakan yang dilakukan pihak kepolisian, Agah juga meminta masyarakat agar lebih waspada untuk menukarkan uang dalam pecahan baru di beberapa lokasi selain bank. Ia juga berharap agar ada sosialisasi yang lebih masif dilakukan oleh BI kepada masyarakat kaitan upal. Sebab, menurut Agah, masyarakat perlu mengetahui keberadaan upal.

Agar juga tidak menafikan bahwa peredaran upal cukup tinggi di Kota Bogor. Hal itu terbukti selama tiga tahun terakhir di wilayah hukum Kota Bogor setidaknya ada tiga kasus besar peredaran upal. “Memang ada beberapa kasus yang kita ungkap. Maka dari itu kita harapkan agar masyarakat dapat lebih waspada,” harapnya.

Senada, Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena juga mengaku belum pernah menerima laporan adanya peredaran upal di wilayah hukum Kabupaten Bogor selama beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Ita berharap agar masyarakat tetap berhati-hati terhadap peredaran upal. “Meski belum ada laporan, tetapi masyarakat harus tetap berhati-hati,” imbaunya.

Itu juga meminta masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan upal kepada pihak yang berwajib. Terlebih jelang Idul Fitri banyak masyarakat yang menukarkan uang menjadi pecahan baru. “Harus segera ditindak agar bisa ditangkap pelakunya. Untuk mengantisipasi adanya peredaran (upal, red), Polres Bogor dengan TNI kerap melakukan patroli bersama,” pungkasnya.

Sumber : Metro

 

Check Also

Ada Apa Dengan Pevita dan Ariel ?

PUBLIK BOGOR – Rumor soal kedekatan Pevita dan Ariel hingga saat ini masih terus menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *