globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Ada Apa Dengan PD Pasar Tohaga ?

CIBINONG – Lambannya proses seleksi jabatan direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga, rupanya memancing reaksi Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan. Sejak akhir April pelaksana tugas (plt) pimpinan yang diemban Badan Pengawas (BP) mengacu PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. Iwan mengatakan, seharusnya proses seleksi bisa dilakukan dan tak terkesan ditunda tunda agar tidak memunculkan kecurigaan di masyarakat.

”Sesuai aturan itu, (direksi, red) nggak boleh diperpanjang, harus seleksi lagi. Sekarang belum juga, masih diisi plt, nah ini bikin saya curiga, ada apa? Kenapa belum juga gitu loh,” katanya.

Terkait Peraturan Bupati (Per­bup) sebagai dasar proses seleksi yang hingga kini belum ada, seharusnya tak dijadikan alasan lambannya proses pengisian pimpinan perusahaan pelat merah itu. Sebab, dirinya merasa tak pernah menghalang-halangi proses perbup.

”Serumit apa sih (buat per­bup)? Ini kan belum ada ajuan­nya sampai sekarang. Ini jangan dimainin. Alasan perbup sehingga belum membentuk tim panitia seleksi (pansel). Ya simultan saja, perbup proses, bagian perekonomian juga bentuk tim, segera usulkan ke kami. Ini saja belum, ada apa?” ketusnya.

Politisi Gerindra itu bahkan menyebut BP yang kini duduk di kursi nomor satu perusahaan jangan ’keenakan’ dengan molornya proses seleksi. Sebab makin waktu, kecurigaan dan pertanyaan publik kepada Pe­merintah Kabupaten (Pemkab) Bogor makin menguat. ”Itu harus dihindari. Bisa saja mereka diuntungkan. Jangan keenakan. Kalau kelamaan apalagi nanti ada perpanjangan Plt juga jadi pertanyaan loh, ingat harus ada pertanggung­jawabannya,” papar Iwan.

Pria berkacamata itu pun dengan tegas meminta bagian perekonomian segera mengusulkan susunan tim seleksi direksi, sambil berjalan dengan proses perbup. Mengingat jabatan plt terbatas dalam banyak kegiatan strategis karena harus ditandatangani direksi definitif. Hal ini ditengarai bisa mengganggu roda manajemen. ”Sesusah apa sih bikin perbup? Sesusah apa sih bentuk tim seleksi? Jangan sampai muncul kecurigaan dan pertanyaan masyarakat terhadap pemkab,” tegas Iwan.

Di sisi lain, dia juga berharap setidaknya ada satu orang dari jajaran direksi lama yang kembali ikut seleksi. Baginya, penting untuk menjaga estafet kepemimpinan agar tidak putus dan berkelanjutan. Iwan juga merasa tidak sreg jika seluruh posisi direksi nantinya diisi muka baru. ”Minimal satu lah dari direksi lama ikut (seleksi). Ini boleh dianggap undangan loh untuk mereka. Ikut lah. Kami ingin ada keterlanjutan, saya sih kurang setuju jika tiga-tiganya baru ya,” terangnya.

Jabatan direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga yang diemban Direktur Utama (Dirut) Romli Eko Wahyudi dan ko lega sudah habis per 27 April. Sejak saat itu pelaksana tugas (plt) pimpinan perusahaan pelat merah itu diisi Badan Pengawas (BP) untuk menjalankan roda manajemen

Sebelumnya jabatan BP nya­tanya habis Sabtu (15/6). Oto­matis, masa kerja plt pun sele­sai. Namun hingga kini Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui tim pansel belum membuka pendaftaran, karena belum rampungnya perbup sebagai dasar hukum proses seleksi. Publik pun bertanya-tanya mengapa proses seleksi harus memakan waktu lama untuk menemukan orang yang pas mengelola 30 pasar se-Kabupaten Bogor itu.

Sumber : Metropolitan

Check Also

Dua Buaya Masuk Ke Pemukiman Warga Loji

BOGOR – Warga di pemukiman RT 01/01, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor digegerkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *