globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Kendaraan Mati 2 Tahun Akan Segera Dilaksanakan Secara Serentak

PUBLIK BOGOR – Kepolisian Republik Indonesia gencar lakukan sosialisasi, terkait akan berlakunya penghapusan data kendaraan, bila STNK tak diperpanjang –sejak habis masa berlaku– hingga 2 tahun.

Gaung kabar ini sudah menyebar pada 2018 lalu, dan pertanyaannya kemudian apakah kemungkinan tahun ini sudah akan direalisasikan?

Menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Sub Direktorat Registrasi dan Identifikasi Polda Metro Jaya AKBP Sumardji mengungkapkan, pihaknya masih dalam tahap inventarisir data kendaraan bermotor yang memenuhi syarat untuk dilakukan penghapusan. Lalu kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait penghapusan tersebut.

“Pelaksanaan akan dilaksanakan secara serentak, menunggu petunjuk lebih lanjut dari Korlantas Polri,” ucapnya, Jumat (14/6).

Tak Bisa Diregistrasi Lagi

Lantas yang perlu menjadi perhatian adalah, bila data kendaraan bermotor yang sudah dihapus, tak bisa diregistrasi kembali, mengacu pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 pasal 74 dan juga Perkap No. 5 Tahun 2012 pasal 114.

“Iya Registrasi Ranmor yang sudah dinyatakan dihapus tidak dapat diregistrasi kembali. Ini merupakan bentuk sanksi administratif buat pemilik kendaraan yang tak memperpanjang masa berlaku STNK,” tutur Sumardji.

Soal penghapusan Regident Ranmor sendiri, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 dilakukan dengan memberikan catatan atau tanda cap stempel “Dihapus” pada Kartu Induk dan Buku Register pada Regident Ranmor Kepemilikan dan Pengoperasian Ranmor, pada pangkalan data komputer, serta pada fisik BPKB dan STNK Ranmor yang dihapus.

Tentu ini bakal merugikan, pasalnya nilai jual kendaraan sudah anjlok apalagi sudah tak bisa dikendarai di jalan umum. Jadi sebaiknya mulai cek masa berlaku STNK dan segera lakukan perpanjangan.

Pemberitahuan

Meski begitu, kata Sumardji, kendaraan kemudian tak serta merta langsung menghapus data kendaraan, tapi lebih dahulu mengirim surat pemberitahuan. Berikut alur prosesnya berdasarkan Perkap Nomor 5 Tahun 2012 pasal 112 ayat 1.

(1) Penghapusan dari daftar Regident Ranmor atas dasar pertimbangan pejabat Regident Ranmor dilakukan setelah Unit Pelaksana Regident:

  1. 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya waktu 2 (dua) tahun, memberikan surat peringatan pertama untuk dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterimanya surat peringatan melaksanakan Regident Perpanjangan;
  2. Apabila pemilik Ranmor tidak melaksanakan perintah dalam Peringatan Pertama, diberikan surat peringatan kedua untuk jangka waktu 1 (satu) bulan; dan
  3. Apabila pemilik Ranmor tidak memberikan respons atau jawaban atas peringatan kedua, diberikan surat peringatan ketiga untuk dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterimanya peringatan ketiga melaksanakan Regident Ranmor dan penempatan Ranmor masuk dalam daftar penghapusan sementara.

Sumber : Kumparan

Check Also

Akibat Truk Tambang, Warga Bogor Barat Meradang

LEUWISADENG – Belum adanya peraturan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait jam operasional angkutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *