globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Ini Kata dr. Marlina Mengenai Penyakit Chikungunya

CISEENG – Adanya kasus serangan penyakit chikungunya yang disebabkan virus yang dibawa nyamuk Aides Aegypti dan Aides Albopictus (sebagai vektornya), menuntut masyarakat untuk hidup dalam lingkungan yang bersih, terutama dari adanya tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Gejala penyakit ini biasanya demam sampai 39*celcius. Lalu ruam pada kulit seperti bintik-bintik dan sakit serta lemas pada persendian juga bengkak. Ada pula otot lemas, mual, kaki seperti tidak bisa digerakan dan kepala pusing. Semua gejala ini timbul biasanya setelah 3 sampai 7 hari setelah digigit nyamuk,” ungkap dr. Marlina Mafilinda Kepala UPT Puskesmas Ciseeng kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).

Dia menjelaskan, gejala tersebut berlangsung hingga 7 hari tapi akan membaik dengan sendirinya, tergantung daya tahan tubuh seseorang. Menurutnya, dalam beberapa kasus ada pula yang terkena penyakit ini sampai berbulan-bulan dengan gejala lumpuh, meski penyakit ini tidak menyebabkan kematian.

“Tidak ada pengobatan yang khusus untuk penyakit ini. Pasien hanya disarankan banyak minum dan istirahat,” ujar dokter yang murah senyum ini.

dr. Marlina Mafilinda menambahkan, pencegahan yang bisa dilakukam terhadap penyakit ini, sama seperti pencegahan terhadap nyamuk demam berdarah yaitu kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk.

“Tutup tempat pembuangan sampah, bersihkan tempat-tempat penampungan air. Biasanya pihak puskesmas juga akan memberikan bubuk abate bila ada yang terkena penyakit ini untuk di sebarkan di tempat-temoat penampungan air agar jentik-jentik nyamuknya mati,” papar dr. Marlina Mafilinda.

Kepala UPT Puskesmas Ciseeng ini menerangkan, biasanya penyakit chikungunya timbul di ujung musim penghujan dan hampir sama dengan penyebaran penyakit demam berdarah.

“Sekitar bulan November dan Desember tahun lalu di beberapa desa wilayah Kecamatan Ciseeng juga sempat ada kasus ini, yaitu di daerah Desa Ciseeng, Kuripan dan Cibentang. Alhamdulillah bisa ditangani dan bersyukur saat ini tahun 2019 tidak ada lagi kasus penyakit itu,” paparnya.

Dia menambahkan, pihak Puskesmas Ciseeng dan semua tenaga medis di tiap pusat pelayanan kesehatan dimanapun, biasanya mulai siaga di sekitar bulan November dan Desember saat musim penghujan.

“Karena sering ditemukan banyak penampungan-penampunga air yang tidak dibersihkan bekas air hujan. Sehingga berpotensi menjadi sarang nyamuk.” pungkas dokter Marlina Mafilinda.

Wartawan : FHR/ Die

Check Also

Dua Buaya Masuk Ke Pemukiman Warga Loji

BOGOR – Warga di pemukiman RT 01/01, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor digegerkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *