globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

AGJT dan MP3 Menilai, Survei Jalur Tambang Cuma Obat Penenang

PARUNGPANJANG – Rencana proyek pembangunan jalur khusus kendaraan angkutan tambang, saat ini baru memasuki tahapan uji kelayakan atau Feasibility Study (FS) oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), yang akan dilanjutkan dengan pembuatan DED. Sehingga di tahun 2020 ada peluang rencana pembangunan jalur khusus tambang bisa dilaksanakan.

Adanya survey jalur khusus tambang, dan survey kelayakan ini pun dikomentari oleh para aktifis dari Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT) dan Masyarakat Peduli Parung Panjang (MP3). Dalam keterangan resminya jelang aksi kamisan, Ketua AGJT Junaidi Adhi Putra mengatakan, bahwa survey dan kajian yang dilakukan pemerintah bukan yang pertama kali.

Dikatakan olehnya, berdasarkan data yang mereka himpun sudah ada tiga kali survey dilakukan yaitu pertama pada tahun 2016, kedua setelah Gubernur Ridwan Kamil berkunjung ke Parungpanjang pada tanggal 25 September 2018 dan terakhir bulan Agustus 2019 ini.

“Survey kelayakan jalur khusus tambang dilakukan setiap terjadi desakan kuat dari masyarakat dan setelah itu seperti obat penenang bagi masyarakat yg tidak ada kelanjutan lebih jauh tentang kapan Jalur Khusus Tambang akan di buat,” cetusnya.

Junaidi mengajak seluruh elemen masyarakat baik mahasiswa, pelajar, pemuda, pengguna jalan, warga lainnya untuk terus menekan pemerintah baik itu Kabupaten, Provinsi maupun Pusat untuk segera merealisasikan Jalur Khusus Tambang.

“Bukan hanya sekerdar melakukan survey dan survey yang hanya dijadikan obat penenang bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua MP3 Candra mengajak seluruh masyarakat, untuk ikut terlibat dalam aksi kamisan yang dilakukan setiap hari Kamis. Dia mengatakan, aksi Kamisan yang sudah berjalan 9 kali ini, adalah upaya damai dan simpatik dari masyarakat untuk menuntut realisasi adanya jalur khusus tambang.

“Jadi tuntutan kami jelas dan tegas. Realisasikan jalur khusus tambang, itu harga mati. Jangan terus cuma menebar janji tak pasti,” tuturnya.

Kontributor : FHR/Die

Check Also

Akibat Truk Tambang, Warga Bogor Barat Meradang

LEUWISADENG – Belum adanya peraturan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait jam operasional angkutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *