globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Bukan Kota Hujan Lagi, BMKG Perpanjangan Status Awas

CIBINONG – Musim kemarau tahun ini khususnya di wilayah Bogor, Jawa Barat akan berlangsung lebih lama dan akan memicu kekeringan panjang.

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga, memperpanjang status awas berdasarkan analisis bahwa Bogor akan merasakan hari tanpa hujan (HTH) dengan kategori ekstrem.

“Potensi kemarau sampai akhir oktober, november peralihan ke musim penghujan,” ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Dramaga, Bogor, Hadi Saputra, dilansir Publikbogor Kamis (15/8/2019).

Kendati disebut kota hujan, tahun ini Bogor berada pada ancaman kekeringan panjang dibanding tahun sebelumnya.

Curah hujan yang tak kunjung turun sejak tiga bulan terakhir membuat beberapa wilayah di Bogor mengalami krisis air bersih dan lahan padi gagal panen.

Dampak yang begitu terasa berada di wilayah Kabupaten Bogor bagian timur seperti Cileungsi, Cariu, Sukamakmur dan Jonggol.

“Tahun ini lebih kering dari tahun kemarin, seluruh kecamatan berdampak kekurangan air bersih terutama Bogor Timur dan daerah Jonggol itu hampir 3 bulan belum turun hujan,” ungkapnya.

BMKG menyarankan agar warga bijak dalam penggunaan air untuk mengantisipasi kekurangan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

Selain itu, Hadi juga menghimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan, karena kualitas udara saat musim kemarau semakin menurun. Serta waspada terhadap potensi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA).

Sebelumnya, warga di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa melakukan aktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di kamar mandi buatan dikolong jembatan.

Hal itu disebabkan kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Bogor di mana hujan yang tak kunjung turun sejak tiga bulan terakhir menyebabkan sumur mengering.

“Iya, kemarau hujan enggak turun, jadi sumur kering. Akhirnya, warga memanfaatkan kamar mandi ini untuk cuci dan mandi,” kata seorang warga, Ujang Suryana (59).

Wartawan : Die

Check Also

Pria di Rumpin Nekat Gantung Diri

RUMPIN – Suasana kampung Janlapa CI Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, mendadak heboh akibat penemuan jasad …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *