globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Peduli Keselamatan, PT. Indocement Sosialisasikan K3 Bareng Warga

CITEUREUP – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia, saat ini belum menjadi budaya. Akibatnya, tingkat kecelakaan dalam menjalankan aktivitas pekerjaan sampai sekarang masih tinggi.

“Ini imbas soal K3 masih banyak diabaikan, padahal K3 itu menjadi pedoman penting, ketika menjalankan aktivitas pekerjaan, apalagi yang memiliki resiko tinggi,” kata Josian Andre Setiawan, General Manager Operation Safety Department, PT. Indocement Tunggal Prakasa, Tbk, di Pabrik Citeureup, Kamis (1/8/2019).

Josian mengatakan, penerapan K3 sekarang ini masih sekedar mengikuti aturan saja, agar tidak terkena sanksi. Kondisi sangat berbeda dengan di luar negeri, di mana K3 sudah menjadi budaya, seorang pekerja saat akan mulai beraktivitas, semua perlengkapan K3 dan pedoman-pedomannya dipatuhi.

“Kesadaran itu menjadikan angka kecelakaan kerja di perusahaan luar rendah. Keuntungannya bukan hanya dirasakan si pekerja, tapi juga perusahaan yang mempekerjakannya,” jelasnya, saat memberikan materi sosialisasi K3 bagi karyawan dan perwakilan warga dari 12 desa binaan pabrik penghasil semen tiga roda itu.

K3 kata Josian, jangan hanya diterapkan saat bekerja di perusahaan, tapi di lingkungan terkecil, semisal rumah tangga, sebagai contoh, ketika menempatkan barang atau benda yang mengandung zat kimia janganlah di dekat sumber api, seperti di dapur.

“Kenapa ? karena ketika kita menyalakan kompor, saat bersamaan ada zat, misalnya dari pengharum ruangan menyembur yang bisa memancing api kompor membesar dan itu bisa menyebabkan kebakaran,” katanya.

Indocement, kata Josian, tak akan bosan mensosialisasikan K3 bukan hanya untuk kalangan karyawan perusahaan dan rekanan, tapi kepada warga sekitar pabrik.

“Jadi K3 Indocement itu penerapannya tidak terbatas pada karyawan saja, tapi lebih luas, yakni pada masyarakat yang tinggal di 12 desa binaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal Uyan Wiryadi mengaku, materi sosialisasi K 3 yang dilaksanakan Indocement akan disebarluaskan kepada masyarakat.

“Jujur saja, pengetahuan saya soal apa itu K3 menjadi bertambah. Materi yang disampaikan Operation Safety Department relevasinya dengan warga Leuwikaret ada, apalagi di wilayah saya ada aktivitas tambang bahan pembuatan semen,” katanya.

Kepala Desa Bantarjati, Syarifudin Prawiranegara meminta, Indocement mengeluarkan aturan tegas kepada transporter yang ngetem di bahu jalan akses pintu tol Gunungputri.

“Ini juga masuk penerapak K3, jangan sampai gegara truk ngetem mengakibatkan kecelakaan,” katanya menutupi.

Wartawan : Die

Check Also

Pria di Rumpin Nekat Gantung Diri

RUMPIN – Suasana kampung Janlapa CI Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, mendadak heboh akibat penemuan jasad …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *