Peringati Hari Konstitusi, SETARA Institut Akan Rilis Laporan Kinerja MK

  • Whatsapp

JAKARTA – Sejak 2018, tanggal 18 Agustus telah ditetapkan sebagai Hari Konstitusi. SETARA Institute memperingatinya dengan selalu merilis laporan kinerja MK untuk mendeteksi dinamika kepatuhan penyelenggara negara pada Konstitusi.

Hal ini diungkapkan Ketua Setara Institute Hendardi dalam keterangan resmi yang dikirim kepada awak media ini. Hendardi mengungkapkan, Presiden Jokowi beberapa hari lalu (Kamis, 16/8) sempat memuji kinerja MK dalam menjaga konstitusionalisme.

Read More

“Namun dari riset Setara Institute periode 18 Agustus 2018 hingga 16 Agustus 2019, justru ditemukan ada 9 dari 91 Putusan MK yang regresif dan demosif terhadap hak asasi manusia dan rule of law,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, lanjutnya, Setara Institute akan menggelar konferensi pers yang akan dilakukan di kantor Setara Institute jalan Hang Lekiu II Kebayoran Baru Jakarta Selatan, pada Minggu (18/8/2019). “Ini acara rutin setiap tahun untuk evaluasi kinerja MK semenjak lembaga MK lahir. Karena kami menganggap, kehadiran lembaga MK adalah karya agung dan memiliki tugas menjaga hak asasi rakyat. Karena itu perlu terus dievaluasi dan dikawal.” Jelasnya.

Sementara Direktur Eksekutif Setara Institute Ismail Hasani mengatakan, sejak tahun 2013 dan setelah melakukan studi 10 tahun kinerja Mahkamah Konstitusi, secara reguler Setara Institute menerbitkan laporan kinerja lembaga negara yang dibentuk pada 15 Agustus 2003 tersebut. “Pilihan periode riset adalah 18 Agustus 2016 hingga 16 Agustus 2017. Pilihan waktu ini, selain mengacu pada genapnya usia MK pada setiap tahunnya sejak dibentuk, juga didedikasikan untuk memperingati Hari Konstitusi, yang oleh pemerintah ditetapkan pada setiap tanggal 18 Agustus,” paparnya.

Ismail Hasani menambahkan, penelitian ini bertujuan mempelajari kualitas putusan MK dan mendorong kepatuhan para penyelenggara negara dan warga negara pada Konstitusi RI. “Dengan mempelajari putusan-putusan tersebut, diharapkan kinerja Mahkamah Konstitusi dalam memutus perkara semakin berkualitas dan berintegritas,” jelasnya.

Kontributor : FHR/Die

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *