globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

PMII dan KNPI Cigudeg Minta, Pelayanan Puskesmas Cigudeg Diperbaiki

CIGUDEG –  Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya menyampaikan hasil penilaian kepatuhan tentang Standar Pelayanan Penyelenggara Pelayanan Sesuai UU No. 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik di Kabupaten Bogor. Hasilnya rata-rata SKPD dengan kategori zona kuning atau tidak maksimal.

Tentu, hal itupun menjadi pekerjaan rumah (PR.red) bagi Pemkab Bogor. Apalagi, keluhan-keluhan itu sering diutarakan masyarakat terkait pelayanan baik dari kepemerintahan, kesehatan dan yang lainnya.

Salah satunya, contoh mendasar dari kalangan bawah. Menurut salah satu warga Cigudeg yang enggan disebutkan namanya, pelayanan kesehatan di Puskesmas Cigudeg masih minim, dan masih jauh dalam harapan masyarakat.

“Puskesmas Cigudeg itu kan pelayanannya 24 jam, masa sampai susah untuk cari obat di Puskesmas sih, padahal kan ada Farmasi d Puskesmas tersebut,” katanya kepada Publikbogor, Rabu, (7/8/2019).

Namanya yang enggan disebutkan itupun menjelaskan, Puskesmas Cigudeg seharusnya proporsional dalam melayani masyarakat. Karena, jam operasional nya itu 24 jam, tapi dalam penyediaan obat-obatan di Puskesmas tersebut sangat terbatas.

“Tidak ada sinkronisasi dalam operasional jam kerja Puskesmas dan Farmasi, pasti puskesmas itu susah untuk dapat obat-obatannya, toh Farmasi jam operasional nya juga tidak 24 jam,” jelasnya.

Informasi yang didapat Publikbogor, banyak pasien yang berobat dadakan baik itu pukul 22:00 WIB, tapi Pelayanan kurang baik. Saat pasien membutuhkan obat yang dibutuhkan malam tidak ada.

“Pasti tidak ada, toh Farmasi jam kerjanya gak sama dengan jam kerja Puskesmas nya,” imbuhnya.

Ia juga mengaku, terkait pelayanan di Puskesmas Cigudeg juga dari tarif pelayanan kesehatan sangat tinggi. Padahal, dalam perda Tarif pelayanan kesehatan, di Puskesmas dalam pasal 13 no dua, perda Kabupaten Bogor mencantumkan, tentang tarif diagnosa medis halaman 20 huruf H dalam perda Pemda Kabupaten Bogor.

“Anehnya tarifnya jauh, di perda segitu, tapi nyatanya tidak sesuai dengan Perda di Kabupaten Bogor yang mencantumkan tarif  tarif diagnosa medis itu dalam perda Rp. 15 ribu kenapa jadi Rp. 100 ribu untuk cek darah dan widal dari Rp. 40 ribu kenapa naik,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bogor, Imam meminta, agar pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas kesehatan terjun langsung untuk melakukan pengecekan, yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Sekali-kali ibu Kadis Kesehatan sidak ke Puskesmas Cigudeg, supaya tahu kondisinya seperti apa,” katanya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Sekretari KNPI Kecamatan Cigudeg, Agha Nugraha. Bahwa, tidak hanya di puskesmas saja pelayanan nya kurang maksimal, di kepemerintahan Cigudeg juga masih banyak yang harus dievaluasi.

“Intinya banyak pelayanan yang kurang baik di Cigudeg, salah satunya Puskesmas Cigudeg,” tukas pria yang sering disapa Tamvan tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, Publikbogor belum mendapatkan jawaban dari pihak Puskesmas Cigudeg dari pesan WhatsApp, terkait keluhan masyarakat ini.

Wartawan : Die

Check Also

Warga Ciomas Keluhkan Usaha Peleburan Accu Bekas

TENJO – Setelah beberapa waktu sempat jadi perhatian nasional dan sempat menghilang, ternyata dua bulan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *