globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

SKSG UI Gelar Dialog Bersama Pelajar SMU Bahas Terorisme

JAKARTA – Beberapa lembaga survei menyatakan, remaja seringkali menjadi sasaran empuk kelompok radikal. Bahkan tak jarang remaja ditangkap karena penyebaran kebencian yang berujung pada kegaduhan di media sosial. Padahal sesungguhnya remaja memiliki potensi untuk membangun masa depan bangsa dan negara.

Menyikapi kerentanan remaja, khususnya kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) terhadap masalah radikalisme, Program Studi Kajian Terorisme Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (Prodi SKSG UI) menggelar dialog bertajuk Tantangan Remaja Unggul Menghadapi Era Masyarakat 5.0 bersama 80 orang pelajar dari sejumlah SMA.

“Giat ini diikuti antara lain pelajar dari SMA 68, SMA Penabur, SMA Muhammadiyah, SMA Pangudi Luhur, SMA Narada, SMA Labschool, SMA 8, SMA 79, SMK Maarif dan SMA Triguna,” ungkap Muhamad Syauqillah, Ketua Program Studi Kajian Terorisme, Jum’at (23/8/2019).

Pada sesi pembukaan dialog, M. Syauqillah menyatakan bahwa remaja tidak bisa lagi menghindar dari perkembangan zaman. Menurutnya, tantangan remaja saat ini adalah bagaimana menyikapi media sosial, yang seringkali menyebarkan berita hoax.

“Peran remaja dibutuhkan sehingga remaja tidak menjadi pihak yang justeru menjadi penyebar berita hoax,” ungkapnya.

Syauqillah mengingatkan, terjadinya kerusuhan seperti di Papua, salah satu faktor penyebabnya adalah akibat beredar berita hoax. “Maka ketika aktifitas ekonomi lumpuh, yang terkena dampak adalah masyarakat umum.” Jelasnya. Keterangan yang didapat awak media ini, acara dialog yang berlangsung selama satu hari penuh tersebut diisi oleh beberapa narasumber antara lain Prof. Dr. Arief Rachman (UNJ), M.Pd, Prof. Roy Darmawan (UI), Dr. Eko Meinarno (UI) dan Aprida Sondang (Wahid Foundation).

Prof. Arief, yang dikenal sebagai akademisi dan praktisi pendidikan, dalam dialog tersebut menekankan perlunya 13 watak yang perlu dikembangkan dalam menyongsong masyarakat 5.0 yang dicita-citakan. “13 watak tersebut antara lain bertaqwa, fleksibel, keterbukaan, ketegasan, toleransi, berencana, disiplin, mandiri, berani ambil resiko, setia kawan, sportif, integritas dan orientasi masa depan,” paparnya.

Sementara itu, Aprida Sondang memberikan penekanan pada aspek toleransi. Aprida yang memiliki pengalaman pribadi semasa sekolah terkait hal tersebut menyarankan kepada pelajar SMU agar membiasakan diri untuk berkomunikasi lintas budaya dan agama. “Karena dengan begitu akan memberikan pengalaman bagaimana berempati karena perbedaan,” ucapnya.

Kontributor : FHR/Die

Check Also

Akibat Truk Tambang, Warga Bogor Barat Meradang

LEUWISADENG – Belum adanya peraturan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait jam operasional angkutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *