globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Warga Cimande Tidak Puas, Dengan Hasil Uji Lab PT. Mayora

CIBINONG – Uji Laboratorium yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, terhadap PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Grup) hasilnya  secara umum baik.

Dari enam uji petik seperti air Sungai Cisadane, getaran, Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), kualitas air sumur dan udara hasilnya baik. Tapi ada satu, yaitu uji kebisingan yang menyatakan kurang baik atau melampaui baku mutu, hingga DLH merekomendasikan kepada PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Grup) untuk memperbaikinya.

“Kami meminta  PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Grup) segera memperbaiki atau mengurangi kebisingan mesinnya karena hasil uji petik kemarin nilainya masih dibawah baku mutu,” kata Budi Mulyawan Kabid Penataan Hukum DLH Kabupaten Bogor, Jumat (9/8/2019).

Mendapatkan rekomendasi perbaikan dari DLH Kabupateb Bogor, Moko Wahtoto selaku Industrial Relation General Affair PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Grup) mengaku siap melaksanakannya.

“PT Tirta Fresindo Jaya siap memperbaiki atau mengurangi tingkat  kebisingan yang melampaui baku mutu, kami minta waktu karena hal itu harus didiskusikan dahulu oleh bidang lainnya lalu baru dikerjakan,” ucap Moko.

Pria asli Solo Jawa Tengah ini menambahkan, selain akan melaksanakan rekomendasi DLH Kabupaten Bogor, jajarannya juga akan memperbaiki komunikasi dengan warga Kampung Tenggek RW 02 Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin.

“Mungkin saja kejadian pengaduan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan ini karena ada ketidak puasan, hingga dalam waktu dekat kami juga akan memperbaiki lagi hubungan silaturahmi tersebut,” tambahnya.

Terpisah, kuasa hukum warga Kampung Tenggek, Desa Cimande Hilir Anggie Triana Ismail menuturkan, ia dan perwakilan warga kecewa untuk kedua kalinya karena saat  rapat dan pembacaan pengumuman hasil uji petik tidak ditunggu kehadirannya.

“Kami kecewa, karena tidak hanya uji petik yang tidak disetujui oleh warga Kampung Tenggek tetap dilakukan, tetapi saat tadi pagi ketika pengumuman hasil uji laborataroum kami tidak ditunggu padahal kami sudah konfirmasi ke pegawai DLH bahwa kami telat sekitar 30 menit,” tutur Anggi.

Ia berpendapat, bahwa hasil uji petik dua pekan lalu cacat hukum  karena tidak mengikuti syarat formil yang telah tertuang didalam berita acara yang telah disepakati oleh semua pihak yakni dibuat pada tanggal 4 Juli 2019.

“Kami sebagai kuasa hukum warga Desa Cimande Hilir  menyayangkan sikap DLH Kabupaten Bogor dan PT. Sys Laboratarium yang tidak melaksanakan hasil kesepakatan rapat sebelumnya. Dengan dasar itu kami akan adukan Sikap DLH  dan PT Sys Laboratarium  ke Ombudsman RI,” tukasnya.

Wartawan : Die

Check Also

Pria di Rumpin Nekat Gantung Diri

RUMPIN – Suasana kampung Janlapa CI Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, mendadak heboh akibat penemuan jasad …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *