globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Akibat Truk Tambang, Warga Bogor Barat Meradang

LEUWISADENG – Belum adanya peraturan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait jam operasional angkutan tambang, membuat masyarakat Leuwisadeng mengeluhkan hal itu.

Walaupun peraturan jam operasional sudah disepakati, oleh pengusaha dan warga di kecamata Bogor Utara Kabupaten Bogor, akan tetapi di wilayah Bogor Barat belum ditetapkan terkait hal itu.

Sebelumnya, Bupati Bogorpun telah mengungkapkan, terkait usulan Pemprov Jabar yang sudah diberlakukan di Kabupaten Tangerang, yaitu mengatur operasional, kendaraan besar hanya diizinkan mulai pukul 22:00 hingga 05:00 WIB jangan disamakan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Jangan samakan Kabupaten Bogor dengan Tangerang, karena Tangerang itu hanya perlintasan saja,” katanya kepada Publikbogor, Kamis (12/9/2019) lalu.

Berarti, Kabupaten Bogor tidak akan membuat perda terkait jam operasional, ha itupun membuat keluhan begitu menggejolak di wilayah Jasinga, Cigudeg, Leuwisadeng dan yang lainnya, terkait truk tambang yang melintas seenaknya begitu saja.

“Kondisi tersebut di perparah dengan seringnya banyak korban kecelakaan, yang terjadi di sepanjang ruas jalan Leuwisadeng di tambah matrial yang berjatuhan, sehingga membut ketidak nyamanan pengendara lain, dan warga masyarakat Leuwisadeng,” katanya warga Leuwisadeng Aroy, kepada Publikbogor, Sabtu (21/9/2019).

Sambung Aroy meminta, agar Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk dapat memperhatikan keselamatan dan kesehatan masyarakat Leuwisadeng, terutama bagi keselamatan anak anak sekolah yang sering berjalan kaki.

Sebelumnya juga, Ketua DPRD Kabupaten Bogor terpilih Rudi Susmanto mengatakan, seharusnya pemerintah Kabupaten Bogor memecahkan masalah ini, jangan sampai pemerintah mendengarkan pengusaha saja, tapi harus liat masyarakat yang terkena dampaknya.

“Pemerintah harus melakukan duduk bareng dengan masyarakat, supaya masalah ini bisa terselesaikan,” katanya kepada Publikbogor belum lama ini.

Ia juga mengatakan, banyak juga masyarakat Kabupaten Bogor ini menggantungkan nasib mereka terhadap aktivitas tambang. Jadi solusinya, lanjut Rudi sapaan akrabnya, pemerintah dan masyarakat yang mengeluhkan aktivitas transportasi angkutan tambang, harus duduk bareng dan jangan sampai ada yang dirugikan.

“Dan secepatnya wacanakan, oleh Bupati Bogor untuk membuat terobosan tanpa ada yang dirugikan,” imbuhnya.

Dirinya juga meminta, agar para pimpinan DPRD Kabupaten Bogor baik itu Ketua dan Wakil segera dilantik, supaya bisa memberikan solusi untuk permasalahan ini.

“Makanya saya minta cepet dilantik secepatnya, supaya bisa langsung kerja,” jelasnya.

Hal serupa diungkapkan, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom, meminta juga kepada pemerintah agar segera membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

“AKD harus dibentuk, dan para pimpinan DPRD Kabupaten Bogor segera dilantik, kan sudah diputuskan dalam rapat paripurna para ketua dewan,” singkatnya. (Dani/Andi).

Check Also

Ketum PBNU Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di UNUSIA

KEMANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *