globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Belum Ada Terminal, Ratusan Angkot Parkir Sembarangan di Parung

PARUNG – Keberadaan terminal Parung sangat dibutuhkan warga. Selain untuk mengatasi kemacetan yang setiap hari terjadi terutama saat jam kerja, adanya terminal diharapkan bisa menertibkan angkutan umum (angkot) dan angkutan massa lainnya seperti bus antar kota dalam provinsi (AKDP), maupun bus antar kota antar (AKAP), yang sementara ini menggunakan lahan milik pribadi dijadikan terminal bayangan.

Fikar Khairul Fahmi, Ketua KNPI Kecamatan Parung membeberkan, adanya tuntutan warga Parung terhadap Pemkab Bogor maupun Pemprov Jawa Barat untuk pembangunan sebuah terminal, tentu memiliki berbagai alasan kuat dan mendasar. Kecamatan Parung sebagai pintu masuk Kabupaten Bogor, sambungnya, terhubung langsung dengan Tanggerang, Depok, Lebak Bulus dan Ciputat.

“Jadi, kalau di Parung ada terminal ya sangat wajar, sebagai sebuah bentuk tata kelola sarana publik yang memang harus lengkap,” cetus Bule sapaan akrabnya, Selasa (10/9/2019).

Akibat parkir sembarangan, membuat kemacetan di Jalan Raya Parung Tidak Bisa Dihindari

Sementara itu, Benni SM, selaku seorang tokoh masyarakat Kecamatan Parung menjelaskan, saat ini ada ratusan unit angkutan umum yang masuk ke area pasar Parung dan melintasi 4 ruas jalan utama yang ada di wilayah tersebut. Dia menjelaskan, ada sekitar 11 trayek angkutan yang bermuara di sekitar wilayah pasar Parung.

“Karena tidak adanya terminal, maka banyak angkutan umum akhirnya parkir di jalan, mengambil dan menurunkan penumpang dijalan. Tentu masalah ini akan bisa diselesaikan jika ada terminal Parung,” tegasnya.

Sementara itu, Muhamad Yusup, Ketua RW 5, Desa Parung, yang lokasinya meliputi lahan utama terminal Parung mengatakan, hingga saat ini Pemkab Bogor baik Dinas PUPR maupun Dishub belum melanjutkan rencana pembebasan jalan masuk ke terminal.

Diungkapkan olehnya, saat ini lokasi lahan utama terminal hanya memiliki satu pintu muka yaitu di jalan H. Mawi, persis berseberangan dengan gerbang utama Pasar Tohaga Parung.

“Perlu pintu masuk lainnya, agar tidak terjadi kemacetan. Namun hingga hari ini, pembebasan lahan jalan masuk cuma wacana dan janji. Pihak Dinas PUPR hanya satu kali kirim Tim survey beberapa tahun lalu, tapi tidak ada tindak lanjutnya,” Ungkap Yusup. (FHR/Andi).

Check Also

Akibat Truk Tambang, Warga Bogor Barat Meradang

LEUWISADENG – Belum adanya peraturan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait jam operasional angkutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *