globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Potret Pendidikan di Dua Kampung, Desa Buana Jaya Perbatasan Cianjur

TANJUNGSARI – Miris, beginilah potret pendidikan di ujung Bumi Tegar Beriman bagian Timur, yang terletak di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Padahal, sudah 74 tahun Indonesia merdeka secara historis. Tidak sebanding dengan kondisinya dunia pendidikan di Kabupaten Bogor ini.

Mereka pelajar dari dua kampung yaitu Kampung Bakan Kadu, Cipancar, harus menempuh untuk melaksanakan pendidikan menuju SDN Wangun, Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari selama satu jam setengah.

Untuk menuju ke sekolah, mereka harus melewati rintangan yang sangat luar biasa, dari mulai melewati aliran sungai Cimapag yang kering, pesawahan dan bukit yang tinggi harus ditempuh oleh siswa-siswi SDN Wangun tersebut.

Semangat, para murid SDN Wangun Desa Buana Jaya saat pulang sekolah

Akan tetapi, ketika hujan turun merekapun terpaksa tidak bisa berangkat ke sekolah, akibat aliran sungai Cimapag yang mereka lewati setiap hari itu pasang.

Informasi yang didapat, di Kampung Bakan Kadu dan Cipancar, terdapat 35 kartu keluarga (KK) yang setiap harinya melintasi jalur tersebut. Dan kebanyakan warga dari Kampung Cigunung Herang, Desa Cigunung Herang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur itu selalu melewati jalan yang terjal ini ketika ingin menuju ke Desa Buana Jaya, dan terdapat kurang lebih 700 warga disana.

Salah seorang murid SDN Wangun Sarni (11) mengungkapkan, dengan kondisi yang memang terbatas dan akses jalan yang minim tidak menyurutkan semangat untuk terus menuntut ilmu.

“Setiap hari jalan kaki ka,” katanya kepada Publikbogor, Senin (30/9/2019).

Ia juga menjelaskan, setiap hari dirinya bersama teman-temannya berangkat sekolah pukul 6:00 WIB. Dengan perjalanan yang menghabiskan waktu selama 1,5 jam.

“Berangkat jam 6, kalau hujan kami gak sekolah, soalnya takut airnya pasang,” jelas murid yang sekarang duduk di bangku SDN Wangun kelas 6 itu.

Semangat, siswa siswi SDN Wangun Desa Buana Jaya, ketika pulang sekolah melewati jalan yang curam

Dirinya juga menginginkan, agar pemerintah segera membangun akses jalan dan jembatan. Supaya, bisa mempermudah akses jalan yang mereka lewati setiap hari ini.

“Minta dibangun jembatan dan jalan, supaya berangkat sekolah gak takut lagi nanti,” pintanya.

Sementara itu, salah satu warga dilokasi Sukanta (40) berharap, semoga dengan adanya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bogor dan Kodim 0621/Kabupaten Bogor ini, bisa mempermudah akses masyarakat terutama pelajaran yang saat ini hanya mengandalkan akses jalan sungai tersebut.

“Semoga dengan direncanakan nya proses pembangunan ini, bisa mempermudah masyarakat baik dari segi ekonomi maupun yang lainnya,” harapnya.

Di bulan Oktober nanti, jajaran Kodim 0621/Kabupaten Bogor akan melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke 106.

Titik lokasi yang ditunjuk yaitu di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Hal itupun merupakan program yang ditunjuk langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Kodim 0621/Kabupaten Bogor lewat Musrenbang.

Pasi Teritorial Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Kapten Tumbur Marbun mengungkapkan, penunjukan program TMMD yang akan dilaksanakan di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari ini adalah bentuk hasil musyawarah di tingkat kecamatan. Dengan menilai bahwa akses jalan dari Bumi Tegar Beriman wilayah Timur menuju Kabupaten Cianjur ini harus segera dibangun.

“Pada dasarnya, semua wilayah di Kabupaten Bogor yang sangat luas ini ingin dilaksanakan program TMMD, tapi kita juga mempunyai penilaian mana yang harus di dahulukan, dan itu juga ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, dan direkomendasikan kepada TNI,” katanya kepada wartawan, (27/9/2019) kemarin.

Kapten Tumbur Marbun juga menjelaskan, pelaksana TMMD ini faktornya adalah jalan yang memang susah untuk dilalui kendaraan, baik itu roda dua maupun empat. Maka dari itu, akses dari Desa Buana Jaya menuju Cianjur ini didahulukan tahun 2019 pada bulan Oktober. Masih kata Kapten Tumbur Marbun, masyarakat dari Cianjur sangat banyak yang melakukan pembelanjaan ke Tanjungsari, dan ini merupakan langkah supaya akses perekonomian di Bogor Timur ini lancar.

“Maka dari itu, jikalau ini dibuka, maka akses perekonomian di Buana Jaya Kecamatan Tanjungsari ini bisa berjalan dengan lancar dan jalan, dari segi ekonomi pertanian,” jelasnya.

Ia juga menceritakan, terkait perjalanan dari Cianjur menuju Desa Buana Jaya Kecamatan Tanjungsari ini, masyarakat harus menempuh perjalanan selama 2 sampai 3 jam, dengan dibukanya akses jalan ini diharapkan bisa mempermudah masyarakat di wilayah Bogor Timur ini. Palagi, jika musim hujan turun, warga tidak bisa menempuh perjalanan itu, dikarenakan konstur tanah yang memang licin.

“Makanya ini di perkeras, dan nanti kita akan hotmik juga jalannya, dan PJU juga nanti akan dibangun oleh Pemda, karena status jalan ini Kabupaten Bogor, dengan panjang 2,7 kilo meter, lebar tujuh meter, dan bisa untuk dua mobil nantinya,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, terkait jalur yang harus di tempuh Masyarakat sebelumnya untuk roda empat, bisa sampai setengah hari bisa sampai. Akan tetapi, jika menggunakan kendaraan roda dua bisa sampai 2-3 jam, dengan dibukanya akses ini tentu roda perekonomian akan lancar.

“Untuk menjual hasil pertanian mereka juga bisa lancar, karena kebanyakan warga Cianjur dan Desa Buana Jaya ini untuk hasil pertanian mereka sering ke Cianjur sebaliknya Cianjur juga hasil pertaniannya ke Tanjungsari,” ucapnya.

Ia juga berharap, adanya TMMD ini bisa membuat gebrakan juga untuk program TMMD TNI di Cianjur, supaya bisa berkesinambungan antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Cianjur, terkait Anggaran ini langsung diberikan oleh Pemda ke Kodim 0621, untuk ditindaklanjuti lagi. Untuk keterlibatan dalam program TMMD ini mencakup semua unsur mulai dari Pemda, TNI, Masyarakat, dan elemen komponen Bangsa Indonesia dikumpulkan.

“Dalam TMMD itu kita membangun semuanya, dari mulai MCK, renovasi Masjid, dan semua non fisik serta semua penyuluhan-penyuluhan,” jelasnya lagi.

Ia menambahkan, untuk kategori pembangunan dalam bentuk Fisik diantaranya MCK ada tiga, poskamling empat, serta lapangan sepakbola satu. Terkait personil yang akan diturunkan TNI sebanyak 150 dan setiap hari selama 30 hari itu kerja.

“Nanti pasukan bekerja sama dengan masyarakat, tidur di sana, makan disana dan kerja disana,” tukasnya. (Andi).

Check Also

Ketum PBNU Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di UNUSIA

KEMANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *