globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Sudah 19 Tahun, Warga Ingin Terminal Parung Dibangun

PARUNG – Usulan adanya pembangunan terminal di kawasan Pasar Raya Kecamatan Parung, ternyata bukan hal baru. Keinginan tersebut sudah disampaikan beberapa elemen warga masyarakat sejak tahun 2000 yang lalu. Hal tersebut diungkapkan Muhamad Yusup Sekretaris DPC Organda Kabupaten Bogor, saat ditemui wartawan di kediamannya Desa Parung, Kecamatan Parung, Senin (9/9/2019).

Dia menjelaskan, saat itu dirinya sebagai Ketua Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU) Parung bersama puluhan sopir angkutan umum mulai meneriakkan aspirasi perlu adanya terminal di kawasan Parung. Hal itu disebabkan, lahan parkir mobil angkutan umum (terminal lama) mulai terdesak oleh banyaknya pedagang di Pasar Parung.

“Saat itu pasar tradisional Parung lama ada di belakang, depannya adalah lokasi terminal. Namun karena jumlah pedagang bertambah, area terminal jadi semakin sempit,” bebernya.

Yusuf sapaannya menjelaskan, saat itu rombongannya melakukan audiensi dan diterima Ketua Komisi A (Alm) Soleh Bunyamin beserta beberapa anggota DPRD Kab. Bogor dari Komisi A, B dan C. Kehadiran dirinya dan puluhan sopir angkot, sambung Yusuf, guna menyamoaikan keluhan adanya alih fungsi terminal menjadi lahan pedagang pasar.

Muhamad Yusup Sekretaris DPC Organda Kabupaten Bogor
Muhamad Yusup Sekretaris DPC Organda Kabupaten Bogor

“Saat itu, DPRD Kabupaten Bogor menjanjikan akan adanya relokasi lahan terminal Parung dan mereka juga sepakat bahwa penting adanya sebuah terminal. Jadi buka baru sekarang kebutuhan terminal itu disuarakan warga,” ungkapnya.

Pria yang juga Ketua RW 05 Desa Parung, ini menjelaskan, dirinya juga telah berulangkali mempertanyakan keseriusan pemerintah terkait rencana pembangunan terminal Parung. Diantaranya Yusup menyampaikan ke Bupati Nurhayanti pada tanggal 5 Juli 2016 saat melakukan kunjungan dan melihat selesainya pembangunan pagar pembatas lahan utama terminal Parung.

“Lalu hal serupa juga saya tanyakan ke Bupati Ade Yasin saat pelaksanaan giat Boling di Kecamatan Parung pada 6 Maret 2019 di RM Lembur Kuring Lebakwangi Parung,” tegasnya.

Sementara itu, Asep Ashary, tokoh muda Kecamatan Parung mengatakan, bahwa setiap ada rencana pembangunan apapun, Pemerintah pasti membuat uji kelayakan (FS) dan rancangan dan kajian detail (DED). Maka, jika ada rencana pembangunan uang molor apalagi batal, sambungnya, bisa dikatakan rencana tersebut tidak matang.

“Kalau FS dan DED sudah tidak matang, tidak benar, pasti kelanjutan pelaksanaannya pun akan ada kendala,” ucapnya.

Riben sapaan akrabnya menegaskan, jangan sampai nanti ada rencana pembangunan dan rencana anggaran biaya dari pemerintah yang seakan tidak ada gunanya. Karena menurutnya, setiap pembangunan infrastruktur itu harus bisa memancing pertumbuhan perekonomian masyarakat.

“Saya meminta kepada anggota DPRD segera menggunakan hak konstitusionalnya, untuk mempertanyakan kepada Pemda Kabupaten Bogor dalam hal ini Dishub dan Dinas PUPR kenapa rencana pembangunan terminal Parung terus molor,” Tandasnya.

Di sisi lain, dukungan terhadap rencana pembangunan terminal Parung juga sempat disampaikan Gubernur Ridwan Kamil saat melakukan kunjungan ke wilayah Kecamatan Parung ketika masih menjadi Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jawa Barat, Ridwan Kamil  Sabtu 7 Oktober 2017. Waktu itu, RK menyempatkan diri mendatangi sejumlah pedagang di Pasar Parung dan meninjau lokasi lahan Terminal Parung seluas 2 hektare lebih tersebut.

“lahan yang ada dan luas ini harus segera dibangun terminal dengan konsep menarik. Dipinggirnya bisa dibangun kios-kios makanan, lalu di tengahnya untuk terminal. Lahannya sudah tersedia, sayang kalau tidak segera dibangun terminal,” jarnya kepada sejumlah awak media. (FHr/Andi).

Check Also

Akibat Truk Tambang, Warga Bogor Barat Meradang

LEUWISADENG – Belum adanya peraturan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait jam operasional angkutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *