globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Terkait Kawin Kontrak di Puncak, Wabup : Sangat Sulit Untuk Babat Habis

CIBINONG – Viralnya sebuah video yang memperagakan adanya praktik kawin kontrak di wilayah Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, yang sempat menghebohkan akhir-akhir ini di jagat maya, terus menuai kritikan pedas dari berbagai kalangan.

Kali ini, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengaku geram dengan isu hoaks kaitan hal tersebut.

Menurutnya, selama dirinya menempati dan tinggal di kawasan tersebut pihaknya meyakini tidak dibenarkan adanya praktik kawin kontrakan itu.

“Saya asli orang Cisarua Puncak, saya lahir disana. Dan saya berani jamin tidak ada itu kawin kontrak di Puncak Bogor, yang ada prostitusi terselubung,” kata Wabup Bogor, Iwan Setiawan kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

Iwan menambahkan, untuk praktik kawin kontrak yang sebenarnya terjadi itu merupakan prostitusi terselubung atau akal-akalan dari segelintir oknum mucikari yang membuat siasat dengan menjajahkan wanita pekerja seks komersial (PSK) kepada para wisatawan asing dari timur tengah dengan sistem mut’ah (istilah kawin kontrak adalah pernikahan dalam tempo masa tertentu).

“Sebanarnya begitu, itu siasat oknum mucikari saja yang menjajahkan psk kepada wisatawan timur tengah dengan cara Kawin Kontrak atau bisa di bilang Mut’ah gitu biar katanya dosanya tidak terlalu berat,” bebernya.

Ia melanjutkan, untuk sekali perhelatan kawin kontrak pihak laki-laki dikenakan biaya sebesar 25 sampai 30 juta rupiah, untuk perkawinan kontrak selama kurang lebih 2 pekan.

“Untuk perempuannya itu PSK, wali nikahnya itu orang tua bayaran, dan untuk penghulu atau amil itu ustad bohongan. Dan biaya dikenakan Rp25 hingga 30 juta dan ini sudah merupakan jaringan dari mucikari tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut politisi partai Gerindra itu juga menegaskan, untuk penghulu yang menikahkan dengan mengatasnamakan alim ulama maupun ustad setempat itu merupakan rekayasa semata dari mucikari.

“Untuk perempuan yang melakukan kawin kontrak itu juga, saya pastikan bukan warga asli penduduk sekitar melainkan dari luar wilayah Kabupaten Bogor,” bebernya.

Iwan mengaku, untuk membabat habis praktik prostitusi terselubung itu sangat sulit di tindak sejak dulu hingga sekarang dengan kondisi yang ada di wilayah Puncak Bogor.

“Sulit sangat sulit untuk babat habis, mucikari maupun prostitusi terselubung di Puncak Bogor itu. Tapi dengan adanya program Nongol Babat (Nobat) yang telah dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dengan membongkar puluhan bangunan liar tak berijin itu merupakan suatu tindakan nyata dari Pemkab Bogor guna mempersempit ruang gerak dari pelaku PSK ataupun oknum Mucikari, di Puncak Bogor” tandasnya. (Andi).

Check Also

Akibat Truk Tambang, Warga Bogor Barat Meradang

LEUWISADENG – Belum adanya peraturan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait jam operasional angkutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *