Beginilah Nasib 300 Warga Citeko Setelah Rumahnya Diterjang Angin Kencang

  • Whatsapp
angin

CISARUA – Beginilah nasib 300 warga Kampung Citeko Panjang, RT 01/09, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor setelah diterjang angin kencang pada Senin (22/10/2019) dinihari pukul  02:00 WIB.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani mengatakan, akibat kejadian itu sebanyak 41 rumah mengalami kerusakan setelah diterjang angin dari lereng Gunung Gede Pangrango. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun warga jiwa kini diungsikan ke masjid dan musholla.

Read More

“Iya betul malam dinihari, angin dari lembah karena posisi rumah (warga) di atas. 41 rumah, 84 KK jadi ada sekitar 300 jiwa yang diungsikan di masjid,” kata Adam.

“Pengungsi didomnasi oleh ibu-ibu, anak-anak dan kakek nenek. Untuk bapaknya tetap jaga rumah masing-masing,” sambung dia

Adam menyebut, sejumlah warga yang diungsikan akan bertahan hingga 3 hari untuk menghindari angin susulan.

“Mungkin akan mengungsi selama 3 hari sambil menunggu info selanjutnya untuk menghidari angin susulan,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa saat ini pihak BPBD telah mendirikan posko pelayanan dan bantuan makanan dan air.

“Kita standbykan 1 unit tangki air disana kapasitas 5000 liter selama pengungsian dan ada juga kita berikan bantuan paketan (makanan),” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Satpol-PP Kecamatan Cisarua, Manaf menambahkan, sejauh ini penduduk di desa tersebut diinapkan di Masjid Bagoudah, Cikopo Selatan, Kebun Gunung Mas, Puncak Bogor.

Manaf menyebut, adapun kerusakan yang ditimbulkan yakni atap beterbangan terbawa angin dan sedikitnya merusak bangunan.

“Enggak ada hujan sama sekali tiba-tiba angin kencang dan kebanyakan rusak sedang dan satu rusak parah rumah pak Rt banyak atap kebawa angin,” singkat Manaf yang saat itu sedang bertugas di Cisarua.

Terpisah, Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Stasiun Citeko, Puncak Bogor melalui Prakirawan Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Asep Firman Ilahi mengatakan, analisis sementara menunjukkan bahwa terdapat arus Jetstream pada lapisan atas antar tropis dari ketinggian 1000-1500 meter dari permukaan laut di sepanjang dataran tinggi Jawa Barat dan wilayah Selatan Jawa Barat.

“Angin ini adalah angin dengan kecepatan tinggi antara 25-40 km/jam yang disebabkan oleh low level inter-tropical jetsream (jetstream antar tropis lapisan rendah),” ucap Asep melalui pesan tertulisnya.

“Dampak angin kencang ini hanya dirasakan oleh warga yang berada di dataran tinggi antara 900 meter hingga 1500 meter,” lanjut dian

Ia menyebut, hal ini yang menjadi penyebab angin kencang di Puncak Bogor dan hampir di seluruh wilayah Jawa Barat.

Menurut Asep, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap fenonema alam angin kencang sekarang ini.

“Hindari bangunan atau rumah dan pepohonan yang tidak kuat atau mudah roboh dan tumbang,” terangnya. (Andi).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *