Dua Hari Wilayah Bogor Alami Suhu Udara Panas

  • Whatsapp
Kondisi terik Matahari di wilayah Kabupaten Bogor Selasa (22/10/2019)

TAJURHALANG – Dalam 2 hari terakhir suhu udara di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor dirasakan sangat panas dan tidak nyaman. Fenomena suhu udara dengan terik panas matahari yang cukup panas ini, menambah dampak kekeringan dan kesulitan air yang dirasakan warga.

“Cuaca terasa sangat panas dan membuat suhu tubuh tidak menentu. Tidak nyaman rasanya,” kata Ahong (31) warga Kampung Jati, Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kamis (21/10/2019).

Read More

Dikonfirmasi fenomena suhu udara panas yang melanda Bogor, Kepala Stasiun Meteorologi Citeko – Bogor Asep Firman Ilahi menjelaskan, data suhu maksimum di Puncak, kabupaten Bogor kemarin Senin tanggal 21 Oktober 2019 tercatat 30.3 derajat Celcius, dengan kelembaban udara 27% (sangat kering).

“Tidak hanya di Puncak, di Kota Bogor suhu udara tercatat hingga 36 derajat Celcius. Di tempat lain seperti Jakarta, Bekasi dan tempat-tempat lain pun merasakan udara panas menyengat ini,” ungkapnya.

Diungkapkan Asep Firman Ilahi, udara panas saat ini disebabkan oleh posisi matahari yang baru saja bergulir ke Selatan setelah berada tegak lurus pengamat di pulau Jawa. Ditambah lagi dengan peluang hujan yang masih rendah karena aliran masa udara dari Timuran masih kuat, sehingga mempersulit pertumbuhan awan hujan.

“Kondisi ini menyebabkan kelembaban udara di permukaan sangat rendah. Suhu udara tinggi dan kelembaban rendah menyebabkan udara gerah, panas menyengat dan sangat tidak nyaman,” bebernya.

Dia menambahkan, kondisi ini terutama pada masyarakat yang beraktifitas di luar ruangan, menyebabkan bibir pecah-pecah, tenggorokan kering dan dehidrasi. Untuk itu, kata Asep Firman, disarankan bagi masyarakat agar banyak mengkonsumsi cairan yang cukup agar terhindar dari dehidrasi.

“Selain itu menjaga asupan makanan sehat serta buah-buahan juga dapat mencegah terserang dehidrasi akibat cuaca panas,” himbaunya.

Dipatahkan Asep Firman, pada saat cuaca cerah dan pertumbuhan awan berkurang, maka tingkat radiasi Matahari yang masuk ke permukaan bumi juga akan meningkat dalam semua panjang gelombang. Hal ini bisa menimbulkan radiasi Ultraviolet Alfa dan Beta (UV-A dan UV-B) yang keduanya merupakan jenis radiasi berbahaya bagi kesehatan.

“Disarankan bagi wanita agar menggunakan tabir surya untuk memperkecil dampak terpaparnya radiasi UV-A dan UV-B ini,” imbuhnya.

Asep Firman Ilahi juga mengungkapkan, saat ini suhu udara di wilayah Kabupaten Bogor rata-rata harian 29 derajat Celcius dengan maksimum 33 derajat Celcius. Pada saat ini suhu tertinggi tercatat 36 derajat Celcius. Dia menjelaskan, untuk wilayah sebelah Timur, suhu udara rata-rata harian 30 derajat celcius, sebelah Barat relatif lebih rendah sekitar 28 derajat

“Sedangkan suhu udara di wilayah Utara Kabupaten Bogor hampir sama dengan Kota Bogor antara 33 sampai 36 derajat Celcius,” pungkasnya. (FHR/Andi).

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *