globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Ini Penilaian Kuasa Hukum SM, Dalam Persidangan ke-3 di PN Cibinong

CIBINONG – Lima orang saksi yang memberikan keterangan pada sidang lanjutan, SM pembawa anjing ke Masjid Al Munawaroh di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Cibinong, Rabu (9/10/2019), dinilai kuasa hukum SM yaitu Alfonso Atu Kota sangat objektif.

Ia mengatakan, ke lima saksi tersebut sudah berbicara apa adanya dan hal ini bisa meringankan beban terdakwa yang memang sedang sakit. Karena, mereka (saksi.red) sudah memberikan keterangan dengan fakta yang memang terjadi.

“Kalau dari pemaparan terdakwa tadi, itu sedikitpun tidak ada yang salah, asasnya tanpa dipidana karena tidak ada kesalahan, itu kan prinsip-prinsip dalam hukum,” katanya kepada wartawan, Rabu (9/10/2019).

Akan tetapi lanjut dia, dari segi tindakan terdakwa itu salah karena orang-orang hukum semuanya mengerti itu, tapi sikap batin dia yang memang ada ganggu dalam kesehatannya.

“Biarkan pengadilan yang membuat keputusan, baik ini terdakwa salah ataupun tidak,” ungkapnya.

Terkait laporan yang disampaikan oleh saksi ke tiga, yaitu Isak tukang parkir di Masjid Al Munawaroh Sentul, dirinya menilai terkait pemukulan yang dilakukan Terdakwa itu kepada korban (Isak.red) itu tidak benar karena dalam video yang menyebar tidak ada inside tersebut.

“Dan kami melihat dalam video itu, malah pak Isak itu yang melakukan pendorongan terlebih dahulu,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, terkait kasus ini sebenarnya tidak berat karena sangat nyata bahwa Terdakwa ini sedang sakit. Secara psikologis (terdakwa.red) mengidap dari tahun 2013, dan itu ada rekam medis semuanya setiap bulan melakukan berobat jalan.

“Karena kalau dia tidak berobat jalan, pasti dia akan memukul orang di jalan dan akan ribut di mana-mana,” jelasnya.

Masih kata Alfonso, suami nya juga setiap bulan pasti melakukan pendampingan terhadap terdakwa untuk berobat jalan ke rumah sakit, dan sampai Desember tahun 2018 itu dirinya melakukan pengobatan ke salah satu saksi yang pernah didatangkan dalam persidangan pada Minggu lalu.

Dirinya juga menganehkan, terhadap terdakwa karena ketika ditanya dirinya merasa tidak sakit, tapi sebagai kuasa hukum Alfonso menilai bahwa sedang sakit.

“Pernah tahun lalu, SM mengacak-acak tempat nasi goreng orang yang jualan, dan pernah dibawa ke Polisi karena memang SM ini sakit akhirnya dikembalikan lagi,” jelasnya juga.

Padahal, dalam Pasal 44 ayat (1) dan (2)  KUHP berbunyi:

“Tiada dapat dipidana barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal.”

“Jika nyata perbuatan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal, maka dapatlah hakim memerintahkan memasukkan dia ke rumah sakit jiwa selama-lamanya satu tahun untuk diperiksa.” jelasnya.

Berdasarkan pasal diatas menunjukkan bahwa apakah perbuatan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan karena pelakunya mengalami gangguan jiwa merupakan wewenang hakim saat memeriksa dan memutus perkaranya. Akan tetapi, tentu hakim menentukannya dengan berdasar pada bukti-bukti yang ada yang menerangkan pelaku memang benar memiliki gangguan jiwa sehingga perbuatannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita serahkan saja ke hakim,” tukasnya.

Sekedar diketahui, sidang lanjutan kasus SM pembawa anjing ke Masjid, akan dilaksanakan lagi pada tanggal 16 Oktober 2019 pukul 9:00 WIB.

(Andi).

Check Also

Ketum PBNU Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di UNUSIA

KEMANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *