Perawan Desa Jadi Sasaran Hidung Belang, Polres Bogor Amankan 2 Pelaku Trafficking

  • Whatsapp
Dua pelaku Trafficking dipajangkan, saat konferensi pers di Mapolres Bogor Rabu (23/10/2019)

CIBINONG – Satreskrim Polres Bogor mengungkap kasus penjualan perempuan yang dilakukan pelaku berinisial Y (Perempuan.red) dan GG (Laki-laki.red) dengan bandrol harga Rp20 juta kepada pria hidung belang.

“Modus ini memanfaatkan keinginan pelanggannya yang membutuhkan perempuan dibawah umur, atau sudah tidak dibawah umur dengan kategori masih perawan,” kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni kepada wartawan, saat melakukan pres rilisnya di Mapolres Bogor, Rabu (23/10/2019).

Read More

Joni menjelaskan, modus pelaku kepada pelanggannya harus melakukan Down Payment (DP) terlebih dahulu kepada penjualnya ini (Mamih-mamih -sering disapa), sesudah itu baru menentukan lokasi hotelnya.

“TKP yang diungkapkan ini disalah satu hotel dikawasan Sentul City pada tanggal 15 Oktober kemarin,” jelasnya.

Mengenai sisa pembayaran nya lanjut Joni, pelanggan membayar Rp 17 juta itu diberikan setelah selesai melakukan eksekusi. Satreskrim Polres Bogor pun masih kata Joni,  sudah mengamankan dua pelaku, pelanggan dan korban.

“Pelaku dijerat pasal 2 undang-undang Nomor 21 tahun 2007 dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara, dengan kasus tindakan Pidana penjualan orang,” imbuhnya.

Dari pengakuan Pelaku, baru ada dua korban di daerah Bogor. Akan tapi yang kemarin (15 Oktober) berhasil diungkap korbannya berinisial KO 20 tahun.

“Korban dari berbagai macam daerah karena praktek ini sampai lintas Provinsi, pelaku juga sampai mengirimkan ke Samarinda Kalimantan Selatan, nah untuk transaksi ini kali ini diungkap di wilayah Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Pelaku biasanya memanfaatkan gadis desa yang membutuhkan uang, dan tidak hanya perawan juga, mereka ada juga yang bukan perawan dengan mengkonsumsi obat tertentu.

“Supaya ketika melakukan hubungan suami istri bisa mengeluarkan darah karena pengaruh obat, sehingga keliatan seperti perawan,” jelasnya lagi.

Untuk Aplikasi, pelaku menggunakan berbagai macam dan kebanyakan WhatsApp, tapi ada juga yang sudah memiliki jaringan khusus, untuk pelaku juga menyediakan sesuai pesanan pelanggan, apakah membutuhkan (korban) yang perawan atau yang sudah berpengalaman.

“Ada juga yang kuliah kebanyakan juga mereka gadis-gadis desa,” ungkapnya.

Terkait korban yang dibawah umur polisi masih melakukan pengembangan, akan tetapi, kali ini Satreskrim Polres Bogor berhasil mengungkap kategori tidak dibawah umur. Untuk Korban Joni menambahkan, sudah dikoordinasikan dengan dinas terkait, supaya dilakukan pembinaan. Dalam kasus itu berhasil diamankan barang bukti berupa Uang Rp3 juta, mobil dan kondom. Untuk obat yang digunakan juga sudah diamankan dan nanti polisi akan mendalami kepada ahlinya.

“Prektek dalam pengakuannya pelaku sudah satu tahun lebih, pelanggannya itu tergantung selera, mengenai ada stok ada kemungkinan karena jaringannya mereka luas dan ada sekitar 25 orang kalau dari chat WhatsApp yang disediakan perempuan itu, ini hasil dari pengecekan operasi siber baik itu WhatsApp, FB, Instagram dan yang lainnya, mamih-mamih nya jatahnya 3 juta, untuk 17 juta itu untuk perempuan yang di boking nya, mamih-mamih nya juga ini pernah jadi korban,” tukasnya. (Andi).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *