globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

Retakan Tanah di Sukabumi Melebar

PUBLIKBOGOR – Retakan tanah di Kampung Benda, RT 05 RW 06, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, semakin meluas. Malam tadi, warga dihantui getaran yang cukup keras hingga mengakibatkan tanah dan bangunan kembali retak.

Informasi yang diperoleh detikcom, dua sarana ibadah warga rusak akibat retakan di lantai dan dinding. Antisipasi kebencanaan Pemkab Sukabumi membangun dua tenda darurat di sekitar lokasi kejadian.

“Kejadian malam tadi, berturut-turut bahkan ada yang sedang salat merasakan getaran dari bawah,” kata M Jahidin (41) warga setempat, dikutip dari detikcom, Sabtu (12/10/2019).

Jahidin menyebut, retakan tanah merusak bangunan Masjid Jami Yayasan Alwasilah Lilhasanah. Sejumlah keramik tercongkel di lantai, retakan yang awalnya hanya berukuran kecil kini membesar dan meluas hingga ke dinding bangunan bagian atas.

“Ketika Jumatan juga kemarin terasa sedikit getaran-getaran, malam tadi juga ketika ada pengajian ada kayak geseran dari bawah. Kalau kami menunggu kepastian harus bagaimana, kalau memang diminta mengungsi pasti kita ikutin,” katanya.

Ia ketakutan dengan kondisi tersebut. Terlebih lokasi kampung mereka berada di kawasan perbukitan. “Takut kalau terjadi apa-apa, ada tenda sudah dipersiapkan pemerintah tapi kondisinya sudah penuh diisi oleh dua KK yang rumahnya juga retak,” ucapnya.

Kondisi retakan tanah di wilayah Kecamatan Cibadak dipantau detikcom memang semakin meluas. Beberapa retakan yang sebelumnya berukuran kecil terlihat membesar, bahkan kedalaman lubang retakan mencapai 3 meter.

Lokasi retakan juga bertambah, dari posisi dua rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan berat hanya sejauh kurang lebih 100 meter.

“Retakan melebar, diukur kedalaman sampai 3 meter. Masjid juga kemarin saya lihat dari BPBD ketika Salat Jumat sambil melihat kondisi memang ada retakan namun hari ini semakin memanjang dan menganga,” ungkap Fredi, staf Kecamatan Cibadak.

Pihak kecamatan, kata Fredi, terus memantau kondisi terbaru termasuk getaran yang dirasakan sekitar pukul 23.00 WIB dan pukul 03.00 WIB pagi. “Warga tidak bisa tidur. Kami sama-sama antisipasi jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Untuk bantuan dari Pemkab Sukabumi sejauh ini terus mengalir termasuk tenda dan alat tidur,” ucapnya.

Sebelumnya, dua rumah warga di Kampung Benda, RT 05 RW 06, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak setelah tanah di perkampungan mereka tiba-tiba retak pada Rabu (9/10/2019).

Retakan tanah terus merembet membuat lantai keramik dan dinding rumah warga seperti terbelah. Sebelumnya, warga mendengar bunyi retakan disertai getaran kecil yang terus merembet hingga ke rumah mereka. (Net)

Check Also

Ketum PBNU Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di UNUSIA

KEMANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *