globalnin

bluehost india coupon code

godaddy india coupon

pizzahut offers

TKSK dan Metamorfosis, Gelar Pertemuan Dengan Seluruh Penggiat Sosial Kecamatan

BOJONGGEDE – Tak kenal maka tak sayang, itulah pribahasa yang tepat untuk menggambarkan situasi pegiat sosial yang ada di wilayah Kecamatan Bojonggede. Demikian diungkapkan Asep Suhana, Ketua TKSK Kecamatan Bojonggede dalam kegiatan silaturahmi seluruh pegiat aosial di wilayah kecamatan tersebut.

“Walaupun sudah berkembang dan melakukan kegiatan sosial di bidang-nya masing-masing seperti penanganan kasus perempuan, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya, namun sampai saat ini, apa yang sudah dilakukan oleh pegiat sosial kurang terkoordinasi dan terkesan bekerja sendiri-sendiri,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (9/10/2019).

Oleh karena itu, sambung Asep Suhana, pihaknya bersama dengan Metamorfosis serta organisasi lainnya mengadakan kegiatan silaturahmi. Jalin Silaturahmi Pegiat Sosial Kecamatan Bojong Gede dengan tagline Temu, Sapa, Bantu. Menurutnya, kegiatan ini dilakujan untuk adanya koordinasi antar pegiat sosial sekaligus menyambut 1 Dasa warsa Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) Nasional.

“Kegiatan ini juga merupakan rangkaian kegiatan dari tanggal 1-9 Oktober 2019 seperti bersih-bersih rumah, pemberian sembako, Bimbingan teknik validasi dan verifikasi warga untuk penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2019 di Desa Waringin Jaya, pembagian alat bantu disabilitas, pemeriksaan gratis,” Papar Asep Suhana.

Informasi yang dikumpulkan media ini, kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara TKSK dengan Metamorfosis, REKAM, Karang Taruna, Peka, IPSM, PKH, TAGANA dan lainya.

“Kegiatan ini juga didukung Pemerintah Kecamatan Bojonggede dan Pemerintah Desa Waringin Jaya sebagai tuan rumah,” ungkap Sofia Direktur Metamorfosis.

Dirinya menambahkan, selain untuk perkenalan, sosialisasi kegiatan dan membantu masyarakat miskin, tujuan besar dari pertemuan tersebut adalah membangun desa yang damai, inklusi dan partispatif sebagai dambaan setiap desa.

Sofia menegaskan, meski untuk mencapai tujuan besar itu tidak mudah dan membutuhkan kerjasama semua pihak dalam mewujudkannya, namun bisa dibangun komitmen untuk bersama – sama mewujudkan perdamaian; kesetaraan gender; persaudaraan dan toleransi dalam kehidupan warga; nilai dan norma kearifan lokal, sistem deteksi dini pencegahan intoleransi, peran aktif perempuan di semua sektor masyarakat, partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dan adanya ruang sosial bersama antar warga dan masyarakat.

“Harapannya kegiatan ini dapat menyatukan masyarakat, pegiat sosial dan pemerintah untuk saling bertemu, menyapa dan membantu terkait penyelesaian masalah-masalah yang ada. Sehingga terwujud adanya Desa Damai, Inklusi dan Partisipatif dan harapannya menjadikan Desa dan Kecamatan Bojong Gede termaju.” Pungkasnya. (FHR/Andi).

Check Also

Ketum PBNU Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di UNUSIA

KEMANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *