Warga Kecamatan Parung Minta Galian Tanah di Desa Iwul Ditutup

  • Whatsapp
Pemuda Kecamatan Parung saat berada di lokasi galian di Desa Iwul

PARUNG – Sering terjadinya gesekan antara kelompok atau pihak untuk menguasai galihan tanah yang berada di Desa Iwul, Kecamatan Parung membuat warga resah. Menyikapi itu, tokoh masyarakat di Kecamatan Parung baik tokoh pemuda, tokoh agama, ketua Ormas dan OKP serta Aliansi Masyarakat Bogor Utara (AMBU) meminta galian tanah tersebut untuk ditutup.

“Kami telah sepakat agar pihak berwenang segera menutup galihan tanah tersebut,” ungkap Fikar Khaerul Fahmi, Ketua Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Parung kepada media ini, Selasa (22/10/2019).

Read More

Menurut Bule sapaannya, rekomendasi kesepakatan masyarakat Kecamatan Parung untuk menutup galian tanah merah itu, telah memperhatikan berbagai dampak negatif yang timbul akibat adanya usaha galian seperti terganggunya kenyamanan dan keamanan warga masyarakat karena banyak tanah galian yang berserakan dimana-mana termasuk di sepanjang jalan raya.

Selain itu, sambung Bule, adanya galihan tanah juga menyebabkan truk diatas muatan 8 ton selalu melintas tanpa aturan atau melanggar perjanjian yang sudah di sepakati melalui SKB antara forum Aliansi Masyarakat Bogor Utara dan para pengusaha galihan yang dibuat SKB di Kantor Kec. Ciseeng pada tanggal 11 September 2019 lalu.

“Dampak lainnya adalah merusak ekosistem tanah dan air serta polusi debu yang membuat udara semakin kotor,” bebernya.

Dampak lainnya adalah membuat perekonomian masyarakat tidak stabil, karena sebagiam masyarakat tidak bisa bercocok tanam akibat lahannya diganti rugi garapan. Yang paling meresahkan masyarakat, lanjutnya, akibat usaha galian tersebut telah sering memicu terjadinya gesekan antar pihak/kelompok untuk menguasai galian tanah tersebut.

“Setelah kami perhatikan seksama, aktifitas yang dilakukan ternyata memang menggali tanah, bukan sekedar meratakan. Tentu ini sangat merusak bidang tanah yang ada di lahan tersebut,” cetusnya.

Oleh sebab itu, masih kata pengurus AMBU ini, seluruh tokoh masyarakat Kecamatan Parung beserta perwakilan masyarakat, Ormas dan OKP sepakat meminta pihak terkait dan pihak berwenang untuk segera menutup galian tanah merah di Desa Iwul tersebut. “Kami harap Satpol PP, Dishub, Kepolisian dan lainnya untuk memperhatikan tuntutan kami tersebut. Sehingga aktifitas galian tanah itu tidak lagi membuat resah warga dan merusak lingkungan,” pungkasnya.(FHR/Andi).

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *