Banyak Korban Karena Truk Tambang, Anggota DPRD Jabar Angkat Bicara

  • Whatsapp
anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyu Wijaya

RUMPIN – Adanya korban kecelakaan lalu lintas di jalur transportasi angkutan tambang yang mengakibatkan seorang pelajar SMAN 1 Parungpanjang mengalami luka berat, mendapat perhatian serius anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyu Wijaya.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, sudah seharusnya berbagai kejadian tersebut bisa menjadi perhatian serius untuk Pemprov Jawa Barat untuk mempercepat proses pembuatan jalur khusus angkutan tambang. Asep Wahyu Wijaya pun mengaku kecewa atas lambatnya proses pembuatan Detail Engineering Design (DED) jalur gusi tambang tersebut.

Read More

“Padahal itu solusi terbaik bagi masalah dampak usaha tambang. Proyek inipun adalah janji Gubernur Ridwan Kamil,” ujar Asep Wahyu Wijaya saat dihubungi, Rabu (6/11/2019).

Menurut wakil rakyat yang sudah 2 kali terpilih dari Dapil Kabupaten Bogor ini, dirinya kecewa karena proses pembuatan DED oleh Pemprov Jawa Barat hingga hari ini masih jalan di tempat.

“Pembangunan jalan khusus tambang ini janji Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat. Namun hingga saat ini belum ada langkah konkret dan masih berkutat dalam pembuatan DED. Apalagi sebelumnya permasalahan jalan khusus tambang ini ditanggani atau diambil alih oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ),” tutur Asep.

Anggota Banggar ini juga menerangkan, dirinya telah melakukan koordinasi dengan Komisi IV DPRD Jawa Barat agar berkordinasi dengan Dinas Bina Marga & Dishub Jabar. Selain itu, Asep Wahyu Wijaya juga mengeluhkan ketidak tegasan Pemprov Jawa Barat dalam menindak usaha tambang liar dan angkutan tambang yang semakin tak beraturan sehingga berdampak terhadap banyaknya korban kecelakaan lalu lintas akibat bersinggungan dengan kendaraan truk tambang. Dia mengungkapkan, korban akibat kecelakaan lalu lintas dengan truk tambang semakin meluas, bukan hanya di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Rumpin dan Gunung Sindur. Tapi juga terjadi di Dramaga, Leuwiliang dan Leuwisadeng.

“Saya minta usaha tambang ilegal segera ditertibkan  Pemprov Jawa Barat, karena hal ini menjadi penyebab kecelakaan dan kemacetan lalu lintas,” tegasnya. (FHR/Andi).

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *