Besok, Ribuan Mahasiswa Dari Berbagai Kampus Akan ‘Grudug’ Pemkab Bogor

  • Whatsapp

PUBLIKBOGOR.COM | CIBINONG – Jelang satu tahun kepemimpinan Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, yang resmi dilantik 30 Desember 2018 lalu, Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (PC IMM) Kabupaten Bogor bersama sejumlah organisasi mahasiswa lainnya, berencana menggelar aksi di halaman kantor Bupati Bogor, pada Rabu 20 November 2019.

Menurut Ketua Umum PC IMM Arfiano, aksi tersebut digelar sebagai bentuk refleksi dan evaluasi atas visi dan misi besar dan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam ‘Panca Karsa’ yaitu Bogor Sehat, Bogor Cerdas, Bogor Maju, Bogor Membnagun dan Bogor Berkeadaban.

Read More

“Namun realitas hari ini menuju satu tahun memimpin, Kabupaten Bogor masih semrawut dan jauh dari harapan. Program ‘Panca Karsa’ belum mampu menjawab dinamika sosial yang terjadi di masyarakat,” ungkap Arfiano dalam pres rilisnya yang diterima Publikbogor.com, Selasa (19/11/2019).

Dia mengungkapkan, saat ini kondisi masih semrawutnya Kabupaten Bogor bisa dilihat dari masih banyak jalan yang rusak, sekolah yang tidak layak, meningkatnya angka pengangguran, angka kemiskinan, penderita stanting dan anak putus sekolah. Selain itu, sambung Arfiano, semakin maraknya tambang ilegal, semrawutnya penataan pedagang kaki lima di sejumlah pasar, semrawutnya transportasi umum dan mobil truk pengangkut tambang sehingga terus menerus meresahkan masyarakat.

“Masih banyak lagi masalah lainnya yang harus diatasi Pemkab Bogor. Maka untuk itu kami mengajak rekan-rekan semua para aktifis dan mahasiswa untuk melakukan kuliah di jalan (aksi) dengan tema Panca Karsa Belum Terasa,” ujar Arfiano.

Sementara itu, Iksan Awaludin yang akan bertindak sebagai Kooordinator Lapangan Aksi tersebut mengatakan, seluruh peserta aksi akan berkumpul mulai pukul 13:00 WIB di Kampus STKIP Muhammadiyah Bogor, dan selanjutnya akan bergerak ke titik aksi yaitu Kantor Bupati Bogor di Cibinong.

Iksan menegaskan, beberapa poin yang akan jadi tuntutan adalah Mendesak Bupati Bogor untuk mengevaluasi Program Unggulan ‘Panca Karsa’. Meminta Bupati menyelesaikan persoalan masyarakat bukan hanya pencitraan dengan mendorong pemerataan pembangunan.

“Kami juga meminta kepada Bupati mendesak Pemprov Jabar untuk segera membuat jalur tambang dan mendesak Bupati Bogor, segera menerbitkan Perbup yang mengatur regulasi mengenai jam operasional kendaraan angkutan tambang,” ungkapnya.

Masih kata Iksan, aksi yang digelar mahasiswa tersebut juga akan mendesak Bupati untuk segera menertibkan perusahaan tambang yang tidak sesuai PROTAP, SOP dan legal standing yang jelas. Mendesak Bupati mengevaluasi perencanaan dan penggunaan APBD agar lebih efektif dan lebih tepat guna, terutama untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata. Irfan menambahkan, mahasiswa juga akan mendesak Bupati Ade Yasin untuk mengevaluasi seluruh pasar tradisional yang dinaungi oleh PD Pasar Tohaga agar menjadi pasar yang bersih, tertata dan memberi akses yang luas bagi masyarakat untuk jual beli serta mendesak Bupati untuk menyelesaikan persoalan stanting di Bumi Tegar Beriman.

“Mari rapatkan barisan dan buat pagar yang kokoh. Bumi Tegar Beriman Memanggil kita semua,” tegasnya. (FHR/Andi).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *