Penghapusan SMK Sedang Dikaji Disdik Jabar

  • Whatsapp
Ketua Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 1 Kabupaten Bogor, Dadang Sufyan.

PUBLIKBOGOR.COM | CIBINONG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengevaluasi sistem pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Bahkan bukan tidak mungkin SMK yang tidak produktif mencetak lulusan siap bekerja, akan dibubarkan.

Ternyata hal itupun direspon positif oleh, Ketua Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 1 Kabupaten Bogor, Dadang Sufyan.

Read More

Dadang sapaan akrabnya mengatakan, terkait rencana penghapusan SMK yang tidak produktif di Jawa Barat khusus di Kabupaten Bogor masih dalam pengkajian Dinas Pendidikan Provinsi Jabar.

“Mengenai penghapusan sekolah, memang betul sekarang juga sedang didata dan diproses banyak SMK yang kurang dari 200 siswanya, malah ada yang kurang dari 60 kan ini tidak produktif,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, hal itu juga menjadikan penyumbang pengangguran di Kabupaten Bogor.

“Nah itu itu juga bisa disebut sebagai penyumbang pengangguran, itu kan bisa saja, terus apakah memang kompetensi lulusannya yang sudah jenuh, jadi tidak dibutuhkan lagi oleh duni Industri,” tuturnya.

Mengenai positif atau tidaknya dihapuskan, dirinya akan menunggu kebijakan dari Gubernur dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“SMK swasta itu ada 351 di Kabupaten Bogor, sedangkan jumlah pengawasan SMK kan itu ada 16 diwilayah 1 ini, jadi tidak sebanding juga,” tukasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Seksi Pengawas KCD Wilayah 1 Jawa Barat, Ridwan Mujani. Pihaknya sangat setuju dengan usulan yang dirancang oleh Gubernur Jawa Barat tersebut.

“Kami juga setuju dan akan menindaklanjuti hal itu bagaimana pemula, yang akan digulirkan oleh Gubernur, seperti apa kami juga lagi atur seperti apa, apakah betul akan diberhentikan apa bagaimana,” tuturnya.

Ridwan sapaan akrabnya itu mengungkapkan, hal ini masih dalam pembahasan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan Gubernur, dan pihaknya juga masih menunggu keputusannya seperti apa apakah akan di berhentikan atau bagaimana.

“Kalau udah di intrusikan kami akan laksanakan itu,” tukasnya. (Andi).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *